MENANGGAPI UJI PUBLIK KURIKULUM 2013

Posted by Aina Mulyana Sabtu, 01 Desember 2012 1 komentar
Beberapa hari yang lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memulai Uji Publik Kurikulum 2013. Dalam naskah uji publik ada beberapa hal yang disampaikan, antara lain:
1.        Alasan Pengembangan Kurikulum
a)      Tantangan Masa Depan                                 
• Globalisasi: WTO, ASEAN Community, APEC, CAFTA     
• Masalah lingkungan hidup                           
• Kemajuan teknologi informasi                       
• Konvergensi ilmu dan teknologi                       
• Ekonomi berbasis pengetahuan                       
• Kebangkitan industri kreatif dan budaya            
• Pergeseran kekuatan ekonomi dunia                     
• Pengaruh dan imbas teknosains                      
• Mutu, investasi dan transformasi pada sektor  pendidikan                                         
• Hasil TIMSS dan PISA          
b)      Kompetensi Masa Depan
• Kemampuan berkomunikasi                     
•Kemampuan berpikir jernih dan kritis     
•Kemampuan mempertimbangkan segi moral atau  suatu  permasalahan
• Kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab
• Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda
• Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal
• Memiliki minat luas dalam kehidupan
• Memiliki kesiapan untuk bekerja                       
• Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya
• Memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan
c)       Fenomena Negatif  yang  Mengemuka                    
•  Perkelahian pelajar                                
•  Narkoba                                            
•  Korupsi                                            
•  Plagiarisme
•  Kecurangan dalam Ujian (Contek, Kerpek..)
•  Gejolak masyarakat (social unrest)
d)      Persepsi Masyarakat
• Terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif
• Beban siswa terlalu berat
• Kurang bermuatan karakter

2.       Elemen Perubahan, Di Antaranya
1)      Kompetensi   Lulusan 
o  Adanya peningkatan dan keseimbangan  soft skills dan hard skills yang meliputi  aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan
2)      Kedudukan Mata   Pelajaran  (ISI)
o Kompetensi yang semula diturunkan dari matapelajaran berubah menjadi matapelajaran dikembangkan dari kompetensi.
3)      Proses  Pembelajaran
o  Standar proses yang semula terfokus pada eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi dilengkapi dengan mengamati, menanya, mengolah, menalar, menyajikan,  menyimpulkan, dan mencipta.
o  Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan sekolah dan                    masyarakat
o  Guru bukan satu-satunya sumber belajar.
o  Sikap tidak diajarkan secara verbal, tetapi melalui contoh dan teladan
4)       Penilaian  
o    Penilaian berbasis kompetensi
o  Pergeseran dari penilain melalui tes [mengukur kompetensi pengetahuan                          berdasarkan hasil saja], menuju penilaian otentik [mengukur semua kompetensi                          sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil]
o Memperkuat  PAP  (Penilaian Acuan Patokan) yaitu  pencapaian   hasil   belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal (maksimal)
o    Penilaian tidak hanya pada level KD, tetapi juga kompetensi inti dan SKL
o    Mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai instrumen utama  penilaian

3.       Struktur Kurikulum Untuk SMP pada Kurikulum 2013
Berdasarkan Naskah Draf Kurikulum 2013 Struktur Kurikulum SMP adalah sebagai berikut:
Mata Pelajaran
JUMLAH JAM

VII
VIII
IX
KELOMPOK MATA PELAJARAN A



Pendidikan Agama
2
2
2
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3
3
3
Bahasa Indonesia
6
6
6
Matematika
5
5
5
Ilmu Pengetahuan Alam
5
5
5
Ilmu Pengetahuan Sosial
4
4
4
Bahasa Inggris
5
5
5




KELOMPOK MATA PELAJARAN B



Seni Budaya (termasuk muatan lokal) 
3
3
3
Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan
3
3
3
Prakarya  (termasuk muatan lokal)
3
3
3

Berdasarkan gambar singkat di atas dan kaitannya dengan Struktur Kurikulum  khusus pada SMP, ada beberapa hal yang perlu dicermati:
  • a.   Perubahan kurikulum ke arah yang lebih menekankan pendekatan siswa aktif tidak akan berhasil selama perubahan system tidak berlaku menyeluruh. Sebagai contoh paradigma penilaian yang diusung, yakni  1) Pergeseran dari penilain melalui tes [mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil saja], menuju penilaian otentik [mengukur semua kompetensi  sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil] 2) Memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan) yaitu pencapaian hasil belajar  didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal (maksimal). Hal tersebut  tidak akan berjalan efektif selama pemerintah menjadikan NILAI UJIAN NASIONAL SEBAGAI SYARAT KELULUSAN. Dalam kenyataan di lapangan sekalipun dinyatakan NILAI UN HANYA DIJADIKAN SALAH SATU SYARAT KELULUSAN dalam pelaksanaannya tetap menjadi SYARAT MUTLAK KELULUSAN. Fenomena ini terlihat dari 1) Penyerahan NILAI UN Ke Sekolah selalu dilakukan sehari menjelang kelulusan, sehingga terkadang tidak ada waktu bagi sekolah untuk mengadakan rapat kelulusan secara maksimal. 2) Orientasi kegiatan pembelajaran kelas IX pada sebagian besar sekolah lebih mengarah kepada Bimbingan Tes, kegiatan TRY OUT dan sejenisnya yang banyak mengambaikan pengembangan aspek afektif dan psikomotor.
  • b.      Perlu dipertimbangkan ulang penetapan jumlah jam pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi 6 jam pembelajaran dan IPS 4 jam pembelajaran. Mengapa tidak distribusikan saja ke mata pelajaran IPS, sehingga baik Bahasa Indonesia maupun IPS masing-masing 5 Jam Pembelajaran. Hal ini perlu dilakukan mengingat tingkat keluasaan materi IPS dan kebutuhan menerapakan pembelajaran aktif dalam pembelajaran IPS relative sama.
  • c.       Dalam kerangka pembentukan karakter, sebaiknya mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan masuk dalam kelompok Mata Pelajaran A. Sedangkan jenis mapel untuk kelompok mata pelajaran B sebaiknya diserahkan kepada sekolah dan daerah masing-masing dengan ketentuan yang jelas, misalnya Maksimum mapel (2 Mapel), Maksmium jam pembelajaran masing masing 3 jam pembelajaran. Ini penting dilakukan mengingat di beberapa daerah pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa dan Seni Dearah masih sangat diperlukan untuk pembinaan karakter dan jati diri bangsa. Contoh kasus bagaimana orang Jawa Barat bisa mengenal budayanya sendiri, kalau pelajaran Bahasa dan Seni Budaya Sunda tidak lagi dipelajari di sekolah.

Demikian tanggapan saya terkait UJI PUBLIK KURIKULUM 2012 bagi anda yang akan memberikan komentar atau saran terkait dengan Kurikulum 2012 silahkan kunjungi http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: MENANGGAPI UJI PUBLIK KURIKULUM 2013
Ditulis oleh Aina Mulyana
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://ainamulyana.blogspot.com/2012/12/menanggapi-uji-publik-kurikulum-2013.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

1 komentar:

ILHAM MAULANA mengatakan...

asalamualikum bapak
kumaha damang? haputen upami aya kalepatan.

saya pribadi sangat setuju apa yang telah bapak utarakan diatas,alih2 merubah kurikulum tapi tidak merubah sistem seperti bekerja setengah2....
sekali lg pada point penentuan matpel, kalo memang niatnya pembentukan karakter knapa matpel penjas malah menjadi matpel gol B..pdalah dalam penjaskes semua karakter terkandung di dalamnya...tentu nya matpel pkn yg dulu nya pendidikan moral pancasila pun harus nya lebih ditambah lg alokasi waktunya....tp apapun itu sistem atau dan lain sebagainya pasti dengan perubahan ini yang di repotkan lagi lagi adalah ujung tombak pendidikan(GURU) yg harus menyeseuikan lg dr kurikulum yg ada terhadap kurilum yg baru...
berkaca pada awal perubahan kurikulum yang sudah, kalo sudah di uji publik kan biasanya pasti hampir di terapkan d awal tahun pelajaran...

Poskan Komentar

KISI-KISI UN 2015

Soal Latihan UN 2015

Statistik Tayang

Pendidikan Kewargegaraan | Copyright of PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN.