MENGAKSES SITUS/WEBSITE LAPOR TUNJANGAN DIKDAS BENAR-BENAR MELELAHKAN

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Saturday, February 15, 2014

Seperti biasanya menjelang dikeluarnya SK penetapan Tunjangan Guru terutama SK Tunjangan Profesi (SKTP),  guru dan Operator Sekolah diwajibkan mengecek kesesuaian data melalui portal LAPOR TUNJANGAN DIKDAS agar tidak terjadi permasalahan dalam penetapan SKTP tersebut. Seperti ketidaksesuaian jumlah jam yang dapat berakibat tidak diikelurkanya SKTP, ketidaksesuaian pangkat, golongan masa kerja, gaji pokok dan Kenaikan Gaji Berkala yang akibat kekurangan dalam pembayaran tunjangan sertifikasi guru.   Namun disayangkan pengecekan data PTK pada server LAPOR TUNJANGAN DIKDAS melalui http://223.27.144.195:8081/, http://223.27.144.195:8082/ http://223.27.144.195:8083/, http://223.27.144.195:8084/   http://223.27.144.195:8085/  http://223.27.144.195:8086/  http://223.27.144.195:8087/  http://223.27.144.195:8088/  http://223.27.144.195:8089/ selain server sering overload juga loodingnya sangat berat dan lambat. Beberapa rekan-rekan operator yang telah melakukan cek data melalui LAPOR  TUNJANGAN DIKDAS  melaporkan bahwa mengakses server LAPOR TUNJANGAN DIKDAS sangat melelahkan. Mereka merasa sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan direktorat  P2TK ini.

Kekecewaan para operator sekolah terhadap layanan Direktorat P2TK ini  merupakan hal yang wajar karena permasalahan dapodik tahun 2013-2014 sangat kompleks. Berawal dari system aplikasi dapodik yang bermasalah sehingga pada kurun waktu Oktober – Desember 2013 yang lalu pekerjaan Operator Sekolah hampir dapat dikatakan sia-sia karena hanya mengorbankan waktu dan tenaga saja tetapi proses sinkroninasi tidak dapat dilakukan. Baru pada Awal januari 2014 proses sinkronisasi berjalan normal. Namun, pada saat melakukan cek data dengan mengakses LAPOR  TUNJANGAN DIKDAS  mereka merasa sangat lelah dengan proses looding yang berat/lama, sering gagal, dan sering overload.

Pengelola server LAPOR TUNJANGAS DIKDAS P2TK sepertinya tidak mau belajar dari pengalaman saat masih berlabel VERIKASI DATA PTK di tahun 2013 yang lalu, saat itu akses data dapat dilakukan dengan cepat karena selain tersedia 4 link mirror juga proses loodingnya tidak seberat mengakses server  LAPOR TUNJANGAS DIKDAS saat ini.

Kita berharap cara Cek Data PTK untuk segera diperbaiki sehingga proses loodiing bisa lebih cepat dan bila perlu adanya penambahan atau perbaikan server. Setidaknya akses  LAPOR TUNJANGAN DIKDAS ini diharapkan tidak terlalu berat seperti saat ini 


BACA INFORMASI PENTING LAINNYA

Blog, Updated at: 10:03:00 PM

62 komentar:

  1. Drs.NOFIANDRI.M.Pd / DIKPORA KotA Pariaman - SumbarMarch 25, 2013 at 8:06 PM

    Setuju sekali pendataan guru yang akan menerima tunjangan sertifikasi tahun 2013 diserahkan kembali ke Dinas Pendidikan kab/kota masing-masing karena untuk memperoleh data akurat tentang guru-guru sertifikasi ada pada pengawas disamping itu kelemahan dengan sistim on line kemampuan operator di Dinas kurang teruji dan sistim yang dibuat sekarang masih belum sempurna sehingga sudah valid dilapangan tapi dimasukkan ke sistim kadang-kadang error. sebaiknya diusulkan dari Dinas kab/kota secara manaual ke Kemdikbud baru setelah itu pihak kemdikbud yang menverifikasinya dan setelah valid tunjangan langsung masuk ke rekening guru masing-masing sesuai data yang dikirimkan

    ReplyDelete
  2. pas! mantap! powerful btul!!! stuju!!!

    ReplyDelete
  3. Dengan pendataan sekolah secara online di samping menimbulkan keresahan juga menimbulkan beberapa hal antara lain;
    1. guru tidak lagi fokus melaksanakan tugas sebagai guru karena sibuk mengurus data yang tidak selesai-selesai, sehingga hasil yang di harapkan yaitu peningkatan mutu sangat mustahil.
    2. Masih banyak sekolah yang tidak memiliki Tata Usaha maupun sarana seperti komputer dan atau memiliki tapi tidak bisa mengoperasikan komputer terutama sekolah yang ada di pedesaan.
    3. Masih banyak sekolah yang tidak dapat mengakses internet secara maksimal sehingga harus ke kota yang jaraknya kurang lebih 300 KM jalan darat.

    Dengan demikian untuk menerapkan pendataan secara Online terlebih dahulu pemerintah sebaikanya melakukan:
    1. Pembangunan/pengadaan jaringan termasuk komputer ke seluruh sekolah baik di kota maupun di pedesaan.
    2. Menyediakan tenaga/operator minimal 4 orang untuk SMA/SMK dan 8 orang tata usaha yang terampil, sehingga masalah administrasi di sekolah tidak di kerjakan oleh kepala sekolah, wakasek dan guru.

    ReplyDelete
  4. Dengan pendataan sekolah secara online di samping menimbulkan keresahan juga menimbulkan beberapa hal antara lain;
    1. guru tidak lagi fokus melaksanakan tugas sebagai guru karena sibuk mengurus data yang tidak selesai-selesai, sehingga hasil yang di harapkan yaitu peningkatan mutu sangat mustahil.
    2. Masih banyak sekolah yang tidak memiliki Tata Usaha maupun sarana seperti komputer dan atau memiliki tapi tidak bisa mengoperasikan komputer terutama sekolah yang ada di pedesaan.
    3. Masih banyak sekolah yang tidak dapat mengakses internet secara maksimal sehingga harus ke kota yang jaraknya kurang lebih 300 KM jalan darat.

    Dengan demikian untuk menerapkan pendataan secara Online terlebih dahulu pemerintah sebaikanya melakukan:
    1. Pembangunan/pengadaan jaringan termasuk komputer ke seluruh sekolah baik di kota maupun di pedesaan.
    2. Menyediakan tenaga/operator minimal 4 orang untuk SMA/SMK dan 8 orang tata usaha yang terampil, sehingga masalah administrasi di sekolah tidak di kerjakan oleh kepala sekolah, wakasek dan guru.

    ReplyDelete
  5. setujuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu.
    sudah ngajar capek-capek. eeh ternyata Dapodiknya belum valid juga. sehingga murid-murid terabaikan karena gurunya sibuk membetulkan jjm...

    ReplyDelete
  6. yah ternyata masih banyak kasus tentang akurasi data. data di daerah telah lengkap persyaratan di penuhi ternyata blank, kelemahan ini perlu dikaji lagi agar tidak meresahkan banyak orang. gladi tenaga yg profsional biar tidak menjadikan ruwet-wet-wet. tenan.

    ReplyDelete
  7. ya qta sbagai guru sudah benar2 melaksanakan tugas tpi hanya karena tdk valid dalm pendataan jdi tertunda...."karena nila setitik rusk su2 sebelanga". mhon kpd para pengambil kebijkan u/ ditinjau kmbali..

    ReplyDelete
  8. dibanding guru sekolah lanjutan, guru SD selalu apes. maunya terpusat dengan sistem DAPODIK, tapi SDM dan masalah teknis tidak siap. berkali-kali diakses selalu gagal. alhasil, lagi-lagi, yang dirugikan adalah guru SD! para birokrat di bidang pendidikan tidak pernah bisa mengurus bidangnya. inilah Indonesia! bung

    ReplyDelete
  9. memang untuk guru sd terlalu banyak menangani sehingga tidak akan bisa terpusat karena di SD masih banyak yang memiliki jiwa ABS (asal bapak senang) atau namanya manusia bermuka dua< disamping itu SD juga lahan basah ,sehingga sistem DAPONDIK yang di terapkan tidak akan bisa maksimal di sd karena akan membuat kinerja guru hanya akan fokus pada administrasi tapi bukan pada hasil akhir dan tujuan pendidikan yaitu pada anak didik

    ReplyDelete
  10. Anggarkan, Fasilitasi,dan Bekali dengan Diklat ataupun Arahan yang bisa membimbing Para Operator Sekolah dan Permudah Aksesnya,
    Pikirkan Operator Sekolah Terutama Untuk SD karena yang menjadi Operator Kebanyakan Adalah Guru WB.

    ReplyDelete
  11. sangat setuju sekali karena sangat merugikan guru, ya... sebaikknya lebih disosialisasikan secara detail sehingga dapat di mengerti secara keseluruhan











    ReplyDelete
  12. Setuju sekali, Kenapa si pemerintah kabupaten/kota untuk menyediakan atau mengangkat TU di SD sangat berat sekali tapi sistem maunya sudah online, sedangkan untuk mengangkat PNS yang tidak perlu sangat gampang, ya.... beginilah kalau hidup dinegeri yang terkorup di dunia serba susah.....

    ReplyDelete
  13. setju sekali dengan sistem online ini karena sekolah maupun guru dapat mengetahui validitas datanya

    ReplyDelete
  14. kalaupun tidak dihapuskan, tolong ditinjau kembali. Ingatlah sekolah-sekolah yang ada di pedesaan, dan terutama operator SD di pedesaan. Sekolah blm punya akses internet sendiri, terpaksa bolak-balik ke warnet dan itupun belum tentu bisa langsung terhubung ke situs dikbud.

    ReplyDelete
  15. distribusi soal UN aja kacau balau apalagi ngurus beginian yang jauh lebih ribet... pemerintahan kaya gini mau menelorkan Kurikulum baru? Ucapkan selamat tinggal kepada pendidikan indonesia...selamat tinggal generasi penerus bangsa

    ReplyDelete
  16. setuju. karena kadang kesalahan bukan pada operator sekolah yang telah bekerja se teliti mungkin tetapi data yang keluar di print out tidak sesuai dengan yang di isikan dan menjadi pemicu ketidak hamonisan hubungan, karena operator yang di salahkan. mohon di tinjau lebih dalam lagi.

    ReplyDelete
  17. kenapa situsnya tidak bisa dibuka.....

    ReplyDelete
  18. bagaimana ya operator yang ada dipedesaan masa harus ke warnet jm 3 pagi untuk update data? emang dah buka warnet jam sgitu???? yang di kota saja banyak yang butuh tunjangan apalagi yang di pedesaan. mohon jangan mempersulit kami....

    ReplyDelete
  19. setuju sekali,akhir-akhir ini banyak guru yang ga ngajar gara2 disibukan dengan data dapodik sehingga murid-murid banyak yang terlantar. mau di bawa kemana negeri ini.

    ReplyDelete
  20. bagus itu bagus bagus bagus.............. dpd capek2 gk ada hasilnya

    ReplyDelete
  21. Nasib guru ya memang seperti itu, sepertinya setengah hati mau mensejahterakan guru. Penggunaan aplikasi DAPODIK masih banyak kelemahanya sehingga banyak guru dirugikan. Siapa yang bertanggung jawab? .........

    ReplyDelete
  22. SISTEM OL BAGUS TAPI KALO HARUS JAM 3 PAGI GIMANA CARANYA, SAYA SETUJU KALO OL TAPI MENGUPLOAD NYA JANGAN PAKAI LAMA.. KASIAN KAMI YANG D PEDESAAN GAK ADA SIGNAL

    ReplyDelete
  23. setuju..........................alnya bikin pusing...................

    ReplyDelete
  24. Isi Modem modal sendiri, "signaL mpat mpet" Tunjangan Cair pura2 lupa (tahun sebelumnya).. honor macet, lengkap sudah penderitaan seorang pegawai honor.. jadi operator malah tkor... waktu, tenaga dan pikiran..

    ReplyDelete
  25. setujuuuuuu dan okeeee itu serta hrs mendapat dukungan. salam

    ReplyDelete
  26. yupsss btol tuw, ampe skr aja mo ngecek susah btol, bikin bingung aja,

    ReplyDelete
  27. pendataan guru yang akan menerima tunjangan sertifikasi tahun 2013 kasihan kepada guru yang sudah PLPG/bersertifikat pendidik hanya karena TIDAK LINIER. Jika hal itu dijadikan dasar tidak akan menerima tunjangan sertifikasi, akan membuat kesenjangan di antara guru-guru. walaupun TIDAK LINIER, Faktanya dia bekerja secara nyata dengan tatap muka 24 jam perminggu. berarti porsi jam tatap muka sama dengan yang linier.
    Nah sampai sekarang ini banyak gurun yang resah dan merasa dibuat tidak adil

    ReplyDelete
  28. eko puspitaningsihApril 20, 2013 at 11:32 PM

    pendataan online baik, asal mudah di akses dan bila banyak terjadi kesalahan seperti sekarang ini , mudah diperbaiki. sekarang sudah mulai mudah di akses. Tetapi sayang untuk memperbaiki ketidak valitan masih susah. Tolong sistemnya diperbaiki sehingga mudah memperbaiki data yang salah.

    ReplyDelete
  29. setuju...........biar gak bikin pusing and resah........ok

    ReplyDelete
  30. setuju sih setuju banget, tapi apakah para beliau itu baca ya komentar kita? kog kayaknya sprt tuli dan gak mau tahu,jadi operator sklh tiap malam begadang nunggu warnet, tp malah dimusuhi teman2. Astaghfirulloh...

    ReplyDelete
  31. setuju banget masak hanya ngurus itu kasian anak didik kita

    ReplyDelete
  32. guru pengen tenang mengajar, jangan disibukan dengan yang lain2. Untuk meningkatkan kesejahteraannya atur dengan sistem yang labih baik sehingga guru tambah fokus mengemban amanat mencerdaskan kehidupan bangsa.

    ReplyDelete
  33. data cek guru agar dikembalikan secara manual setor berkas lamgsung kedinas pendidikan sebab melalui operator sulit untuk dikirim sehingga kami merasa dirugikan sedang sudah berupaya menyelesaikan tugas sesuai kreteria.

    ReplyDelete
  34. bapak-bapak yang terhormat,...... tidak kahkau kasihan pada kami2 yang dibuat sempoyongan dg adanya sistem online, udh dimarahin teman krn tunjangannya tidak keluar gara2 salah, lelet, angel jingel mau login tak masuk2, bagaimana sih maksudmu wahai para penjahat, mau kasih tunjangan aza di persulit, padahal tak sebanding dengan penghasilan anda wahai para penguasa, gaji PNS Gol IV aja dengan penghasilan Anggota dewan terhormat 1:12 Dong mbok ia mikir............!!!!!!!!

    ReplyDelete
  35. setuju..........gitu aja kok repot

    ReplyDelete
  36. bapak - bapak yg di atas sana... tlong pikirkan kmbali keputusan anda, jnganlah selalu mmpersulit kami sebagai guru
    kecil... klo kami selalu sibuk dg urusan tu trus, kapan kami bisa mndidik n mengajar dg baik pada anak didik qta.. klo tiap malem kami hrs sllu begadang, nyampek sekolah mana msih ngrus laporan BOS, BSM dll.. tlong sekali lg klo mmng pemerintah mau mensejahterakan para guru, buatlah semuax mudah biar kami bs tentram dlam mengajar di sekolah..

    ReplyDelete
  37. Emang internetan dapat membuat wawasan sains kita makin luas.Tetapi jika hal ini dikaitkan dengan persoalan yang sifatnya tidak perlu untuk di publikasikan karena berbagai macam persoalan akan mengakibatkan kerancuan,lebih-lebih menyangkut nasib dan masa depan.

    ReplyDelete
  38. Pada prinsipnya suatu kebijakan yang berbasis teknologi bagus tetapi sagalanya sudah betul2 siap. Jangan seperti ini aplikasi ujicoba buat patokan kebijakan.... kita yang sudah terbiasa pakai komputer pakai aplikasi ini kedodoran karena prosedur yang kita ikuti dalam praktiknya kerja aplikasi ini gak sesuai dengan kenyataan...

    ReplyDelete
  39. kami tidak setuju kalau di pusat sana mengambil data jam mengajar semester 1 tahun ajaran 2012/2013 sedangkan semester 1 kan sudah berlalu? seharusnya yang dipakai data semester sekarang dong yaitu semerter 2 yg tengah berjalan mengapa kami guru ini dipersulit??? TEGA nya.......tanpa guru tidak ada SDM

    ReplyDelete
  40. Saya setuju verifikasi dilakukan online dan manual, karena pengalaman saya dapodik tidak muncul malah yang muncul data sd lain yang kebetulan sama nama SD nya, harusnya sistem tidak seperti itu. Ini merugikan karena satu SD saya hingga saat ini SK tunjangan tidak keluar

    ReplyDelete
  41. waah....guru2 pd sibuk ngurus data dapodik yg tidak valid, akhirnya bolak-balik diknas kebagian operator dapodik nya..
    yang kasian murid2nya terlantar, karena gurunya sering absen, sibuk ngurusin si dapodik tsb..takut kalau tak cair tunjangan sertifksinya,,,repoooot...mendingan dilakukan spt dahulu sj lah, toh ga bakalan ad kecurangan di lapangan kok,,drpd online begini..buat pusing, ngajar tiap hari di lapangan pontang-panting, eeh..msh tak valid pula jam ngajarnya..nggk percayaa apaaa...?

    ReplyDelete
  42. Pendidkan kita kok rasanya lebih asyik pada zaman Soeharto ya bahkan di semua bidang. tujuan pemerintah sih bagus tapi jadi kebagusan sekarang heheee (cwapek deh)sayang guru-guru yang sudah tua tu. kan rata-rata banyak di antara mereka yang kurang paham dengan tekhnologi (ma'af buk ya)mereka sering bingung dan kewalahan mau gimana menyelesaikannya. emang benar efek dari sistem online ini banyak negatifnya karena belum maksimalnya program ini. tak jarang pula banyak guru yang mau berpindah ke struktural. tapi yang paling banyak terjadi dilapangan adalah "SALING TOLAK MENOLAK, SALING SIKUT MENYIKUT, SALING BEREBUTAN DAN SALING KEBINGUNGAN DI ANTARA GURU DAN DINAS PENDIDIKAN = MURID KETETER, DATANG CUMAN NGOBROL DI SEKOLAH DAN PBM DI SEKOLAH MENJADI TIDAK KONDUSIF. yang ingin saya tanyakan adalah apakah di pihak aparat apakah polisi maupun TNI tunjangan mereka kayak gini juga ya??? ada yang mau bantu menjawab???

    ReplyDelete
  43. DAPODIK juga membuat para operator jadi beban mental. dikarenakan data yang dikirim selalu tidak valid. sedangkan menurut para guru kesejahteraan mereka tergantung melalui DAPODIK. Padahal operator DAPODIK sudah bekerja sesuai kemampuan mereka. jadi akan lebih baik jika sistem lewat online dihentikan. karena lebih efektif pengiriman data melalui manual.sistem online juga tidak menjamin waktu lebih cepat.untuk pengirimannya saja kami harus menunggu berminggu-minggu untuk valid.

    ReplyDelete
  44. Setuju p2tk online diheeeentikan saja data banyak yang tidak valid

    ReplyDelete
  45. sebetulnya yang digunakan untuk panduan penerbitan SK pencairan itu data smester 1 atau 2, kalau emang smester 2 knpa data guru yang sudah valid SK.nya tidak keluar juga. tolonglah jgan persulit kami selaku operator SD. apakah kalau udah kyak gini tidak ada belas kasihan dari pimpinan2 yang ada diatas sana buat para operator untuk ditambah honornya aTAU dikasih honor khusus buat para operator SD. tolong djawab prtanyaan saya diatas,,, thanks !!!!!!!!!

    ReplyDelete
  46. setujuuuuuuuuuuuuuuuuuu.. dapodik dengan sistim online hanya merasahkan guru dan membuat pusing operator.hentikan p2tk online!!!!

    ReplyDelete
  47. saya harap kebijakan itu perlu dikaji ulang lagi<krna sepertinya akan mmbawa banyak permasalahan di dunia pendidikan.hal tersebut seakan dipaksakan yang akhirnya tatp saja akan ada conflict di lembaga.

    ReplyDelete
  48. SIWA J. : mengatakan......Ha BETUL-BETUL-BETUL, Sistem verivikasi data guru online memang telah byk menimbulkan konflik di sekolah-sekolah; antara guru dengan tim operator Disdik tk 2, guru dengan operator sekolah, guru dengan kepsek bahkan guru dengan guru. Ini namanya seperti tambah merusak keharmonisan kehidupan guru. Belum lagi dengan sekolah yang berada di daerah terpencil atau jauh dari akses internet, bukan hanya SDM di sekolah aja yang tidak atau kurang memadai, bahkan infrastruktur pendukung seperti jaringan internet pun jg tidak menunjang, coba aja orang dari pusat liat2 ke HULU MAHAKAM, di KALTIM. Untuk dapat akses aja susah apalg untuk mengecek data mereka boro2 mau segala verifikasi. Jadi cobalah pemerintah pusat khususnya Kemdikbud pusat pahami sedikit keadaan ini. bahkan sampe sekarang bisa jadi banyak teman2 guru di daerah HULU sana yang tidak tahu apapun dengan data sertifikasi online mereka. Sepertinya memang pemerintah pusat ini dalam memberikan tunjangan kesejahteraan bagi guru terlalu mempersulit jalan dan administrasinya; jadi ada kesan TIDAK IKHLAS, bila GURU dapat tunjangan profesi dengan cara yang mudah. Harus begini-begitulah, kalo memang TIDAK IKHLAS, saya usulkan CABUT AJA tunjangan itu dan biarkan guru hidup dengan lebih tenang jangan terlalu banyak dibebankan dengan segala bentuk TETEK BENGEK yang cuma menambah beban fikiran, bisa2 tugas UTAMA:MENGAJAR mereka menjadi terbengkalai hanya buat ngurusi administrasi CARUT MARUT sertifikasi.

    ReplyDelete
  49. ya memang inilah akibat negeri kita diatur oleh orang2 yang berpendidikan tinggi , sehingga pola pikir merekalah yang berkembang , tidak diukur kemampuan kita sampai di mana .memang perbawa pemerintahan ini yang jelas adalah :
    1. pembuat perselisihan
    2. pencipta kesenjangan
    3. pesolek pencitraan
    4. pemikir yang selalu gamang
    5. penyusun kekacauan
    6. dan akhirnya nanti pengundang MURKA TUHAN
    semoga kita diberi kesabaran dan selamat bagi yang diuntungkan .

    ReplyDelete
  50. kementrian pendidikan indonesia seperti dagang roti dipasar -pasar,merasa bangga dengan sistem onlinenya yg kacau balau.mungkin orangnya kali yang kacau balau sampai-sampai rahasia negara di online ya gomblok bos.

    ReplyDelete
  51. kementrian pendidikan indonesia seperti dagang roti dipasar -pasar,merasa bangga dengan sistem onlinenya yg kacau balau.mungkin orangnya kali yang kacau balau sampai-sampai rahasia negara di online ya gomblok bos.

    ReplyDelete
  52. uhuhh capek dech pak kok kayak pakar telematika aja.roy suryo aja gak gini sih jangan-jangan ada penyelewengan dana pengadaan laptop di sekolah sekolah atau udah pusing sama dana 20% dari APBN

    ReplyDelete
  53. Sebenarnya dapodik itu tidaklah susuah, jika pada saat sosialisainya sang Kepsek dan Operator sekolah menyimak apa yang disampaikan oleh operator kabupaten. Kemudian antar sekolah dalam satu Gugus harus ada kerjasama. Tidak perlu kita sok tau.... Tidak perlu Gengsi.... Kalau belum paham... Tidak salah jika kita bertanya kepada sekolah satu Gugus. Bila perlu sekolah mengundang nara sumber yang sudah memahami pengisian Dapodik tersebut. Kami sudah membuktikan itu. Saya dari salah satu SD Swasta di DELITUA, KABUPATEN DELI SERDANG SUMATERA UTARA Tepatnya SDS SINGOSARI.

    ReplyDelete
  54. wahai para pemegang kekuasaan sudah siapkah anda bertanggung jawab atas teraniayanya para guru yang benar-benar mengajar 24 jam tatap muka tapi tidak dapat sk pencairan hanya karena dapodik yang banyak buat kesengsaraan kegelisahan dan kecemburuan sosial antar guru yang sudah terima pencairan sertifikasi 2013.

    ReplyDelete
  55. Saya pindahan dari kabupaten lain, dan telah mengajar di tempat baru selama setahun, dapodik berbunyi mangajar di SMP 2 Jatinom. SK muncul di kabupaten lama kok bisa ya?

    ReplyDelete
  56. Bagaimana nasib para guru honorer yang tidak dapat tunjangan fungsional hanya karena data dapodik yang tidak valid........
    Meresahkan......

    ReplyDelete
  57. Nurdayani ArsyadJune 5, 2013 at 11:55 AM

    Harus ada operator khusus untuk d SD. Kasihan anak-anak terlantar gara-gara gurunya sibuk ngurusin Dapodik yang ga kelar-kelar. Mana Aplikasi Pendataannya error, data yang sudah di edit sering hilang.
    SD Inpres Gentungan, kec Kalukku. Kabupaten Mamuju, Sulawesi barat.

    ReplyDelete
  58. Aku ingin di sekolah diadakan operator yang kerjanya khusus, agar tugas utama guru yaitu mengajar dan mendidik tidak terbengkalai....

    ReplyDelete
  59. sisa kuota 0 .
    dah beratus ratus kali akses linknya tpi gak nembus-nembus juga....
    huuuuffffffffftttttt

    ReplyDelete

---------------------------------

---------------------------------


Tanggal dan Waktu Saat Ini (Online)

---------------------------------

Statistik Pengunjung

---------------------------------

---------------------------------

Followers

----------------------------------

---------------------------------

CB