PENYALURAN DANA BANTUAN SISWA MISKIN (BSM) MELALUI REKENING BANK ATAS NAMA SISWA ATAU ORANG TUA SISWA SEBAIKNYA DITINJAU ULANG

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Friday, September 13, 2013


Memasuki tahun pelajaran 2013/2014 pemerintah mengubah mekanisme pencairan dan penyaluran Dana BSM (Bantuan Siswa Miskin) untuk SMP. Apabila pada tahun pelajaran sebelumnya mekanisme penyaluran menggunakan Jasa PT POS Indonesia, maka pada tahun pelajaran 2013/2014 ini mekanisme pencairan dan penyaluran BSM menggunakan jasa Bank yang ditunjuk.

Untuk di Kabupaten Pandeglang pencairan dan penyaluran dana BSM ditangani Bank Jabar Banten (BJB). Berdasarkan hasil sosialisasi pada hari Kamis tanggal 12 September 2013 yang dilakukan  Bank Jabar Banten (BJB) terhadap seluruh kepala SMP/MTS, seluruh siswa harus membuat rekening atas nama orang tua siswa masing-masing.

Mekanisme seperti ini memang sangat ideal karena selain dapat menghindari penyalahgunaan Dana BSM, juga dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya kegiatan Gemar Menabung. Namun, konsep yang ideal ini dalam pelaksanaannya menjadi sangat rumit dan memberatkan orang tua siswa. Hal ini terbukti saat awal pencairan dan penyaluran Dana BSM SMK tahun 2013 yang lalu yang kemudian dialihkan melalui rekening sekolah.

Sebagai gambaran sesuai kondisi umum di Kabupaten Pandeglang, apabila seseorang wali atau orang tua siswa harus membuat rekening untuk pencairan dana BSM ke Kantor Cabang Pembantu ataupun ke Kantor Kecamatan (apabila pihak BJB jemput bola) maka dibutuhkan ongkos transportasi biasanya menggunakan ojeg pulang pergi (PP) minimal Rp. 50.000, serta biaya pembukaan Rekening minimal Rp. 20.000. Begitu pula saat pencairan atau pengambilan Dana minimal dibutuhkan ongkos Rp. 50.000,- Hal ini jika berlaku normal, dalam artian semua persyaratan terpenuhi. Dalam kondisi seperti itu, jika jumlah dana BSM yang disalurkan sebesar Rp. 300.000 maka dana yang sesungguhnya diterima oleh Siswa/Orang Tua Siswa hanya Rp. 200.000.

Bayang untuk wilayah kecamatan lain yang lebih pedalaman dengan kondisi jalan yang sangat sulit apalagi nanti di musim penghujan, seperti di Kecamatan Cikeusik, Kecamatan Sobang, Kecamatan Cimanggu, Keamatan Sumur, dan lainnya Ongkos atau biaya untuk ke kantor kecamatan saja bisa membutuhkan lebih dari Rp, 100.000 untuk satu kali pulang pergi.  Jika demikian berapa dana bersih yang akan diterima siswa/orang tua siswa.

Dalam sosialisasi dinyatakan bahwa pembuatan Rekening hanya sekali saja, rekening akan tetap aktif selama 3 bulan apabila sisa saldo sebesar Rp. 20.000.- Persoalan muncul apakah BSM akan disalurkan oleh Kementerian tiap bulan atau tiap tiga bula sekali? Karena berdasarkan pengalaman BSM disalurkan paling banyak 2 kali dalam satu tahun, bahkan ada yang menerima sekali dalam satu tahun. Jika kondisi seperti ini kemungkinan besar rekening akan hangus, dan ketika dana BSM ada lagi ada kemungkinan harus membuat Rekening Baru. Pada masa menunggu pencairan dana BSM anatara 6 atau 12 bulan jangan berharap orang tua siswa memperbaharui rekening dengan menambah saldo.

Lebih sulit apabila kondisinya tidak normal, seperti adanya orang tua wali yang tidak memiliki KTP, tanda tangan di KTP yang tidak sama, tidak memiliki Kartu Keluarga atau Akte Kelahiran maka dibutuhkan Surat Keterangan dari Desa/Kelurahan. Pada beberapa kasus tak jarang dibutuhkan biaya untuk keperluan tersebut.
Berbagai persoalan akan dihadapi orang tua tersebut berimbas pula pada sekolah. Bagi siswa atau orang tua siswa yang berada di pedesaaan kebutuhan dana untuk menanggulangi transfortasi siswa/orang tua siswa untuk pembuatan rekening BSM dan untuk pencairan dana BSM akan menjadi beban sekolah. Orang tua siswa yang betul-betul tidak mampu kemungkinan besar akan meminjam dana (menyerahkan) kepada pihak sekolah.

Berdasarkan kenyataan di atas, tidak sebaiknya pencairan atau penyaulran dana BSM khusus SMP kembali diserahkan kepada PT POS Indonesia karena persyaratan yang harus dipenuhi siswa atau orang tua siswa tidak terlalu rumit daripada melalui Rekening Bank. Melalui POS semua persyaratan bisa ditangani pihak sekolah, namun penerima dana langsung pada siswa atau orang tua siswa. Kalau pun tetap akan dilakukan melalui Bank, tidakkah sebaiknya cukup melalui Rekening Sekolah dengan syarat pihak sekolah menyerahkan bukti fisik penyerahan secara langsung kepada siswa atau orang tua siswa, atau saat pencairannya pihak bank datang langsung ke sekolah untuk menyerahkan dana tersebut kepada masing-masing siswa atau orang tua siswa.

Semoga BSM bukan menjadi BANTUAN SUMBER MASALAH seperti BLSM yang juga bukan BANTUAN LANGSUNG SUMBER MASALAH.




Blog, Updated at: 10:31:00 AM

7 komentar:

  1. persaratan nya terlalu rumit ..nama murid nama orang tua harus cocok sana sini kk ktp.. pedahal salah nyimpan hutup,,,,,,,,yang bikin data orang sih,,,,,,,.hehe

    ReplyDelete
  2. mantap BSM memprihatinkan, apalah yang mereka maksud tidak dimengerti proyek kah

    ReplyDelete
  3. Selamat siang Admin..
    mau tanya, apa uang BSM yang harus diambil oleh org tua dan murid bersangkutan di bank yg dipilih (BJB), bisa langsung diambil, dlm artian langsung menjadi hak siswa? ATAU diambil pihak sekolah untuk membiayai sisa pmbayaran SPP/DSP yg blm lunas? dan klo sudah lunas, APAkah siswanya harus menunggu smpai Siswa yg bersangkutan Lulus UN, sementara banyak kebutuhan yg harus dipenuhi, tetapi tetap saja Uang tersebut, bisa diambil setelah UN??
    terima kasih..
    Sangat Ditunggu Sekali konfirmasinya..

    ReplyDelete
  4. Uang BSM diambil oleh siswa / orang tua siswa setelah semua persyaratan pembukaan rekening beres. Penggunaan BSM memang ditujukkan untuk kepentingan pendidikan, seperti pembelian pakaian sekolah, Alat Tulis Sekolah, dlll. Juga bisa digunakan untuk pembayaran SPP/DSP bagi sekolah yang memungut SPP/DSP, tetapi semua itu diatur oleh siswa/orang tua bukan oleh sekolah. Kalau ada sisa uang bisa dipergunakan oleh siswa/orang tua kapan pun tidak perlu menunggu selesai Ujian atau UN.

    ReplyDelete
  5. kenapa ga di salurkan ke rumah orang tua siswanya saja langsung, biar sekolah ga repot. biar pemerintah sendiri yg repot.

    ReplyDelete
  6. BANK JABAR BANTEN jangan kau korupsi hak kami,,,istri saya sudah lebih dari 7 x mengambil bantuan,,tapi selalu sudah penuh,sudah penuh,,kami bukan pengemis,walaupun kami tidak mampu,,bila dana kami tidak cair,,kami mengadu kemana??? tapi tetap akan kami perjuangkan,,,bayangkan bila ada ribuan dana orang seperti kami yang kau ambil, berapa banyak kau akan korupsi uang kami

    ReplyDelete
  7. di sekolah SMPN 1 Pagelaran sampai saat ini belum selesai. dari bulan januari sampai sekarang.

    ReplyDelete

---------------------------------

---------------------------------


Tanggal dan Waktu Saat Ini (Online)

---------------------------------

Statistik Pengunjung

---------------------------------

---------------------------------

Followers

----------------------------------

---------------------------------

CB