KISI-KISI UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2014 DAN KRITERIA KELULUSAN UN PELAJARAN 2014

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Tuesday, December 24, 2013


Sesuai dengan Peraturan   Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan  Republik Indonesia  Nomor  97 Tahun 2013 Tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik Dari Satuan Pendidikan Dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan Dan Ujian Nasional yang ditetapkan pada tanggal 18 November 2013 dalam pasal 22 ayat 4 dinyatakan bahwa Kisi- kisi soal UN tahun pelajaran 2013/2014 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menggunakan kisi - kisi soal UN  tahun  pelajaran  2012/2013  sebagaimana  ditetapkan  dalam  Peraturan  BSNP Nomor 0019/P/BSNP/XI/2012. Dengan demikian kisi-kisi Ujian Nasional (UN) tahun 2014 sama dengan kisi-kisi UN tahun 2013/2014. Pelaksanaan UN SMA/SMK direncanakan bulan April 2014 sedangkan UN SMP/MTS akan dilaksanakan pada bulan Mei 2014.
Berkaitan dengan penentuan kelulusan pada Ujian Nasional tahun 2014 pada prinsipnya sama dengan pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2013. Letak perbedaan hanya pada penentuan Nilai Sekolah atau Madrasah dengan ketentuan 70% diambil dari nilai rata-rata Rapor dan 30% dari Nilai Ujian Sekolah. 

Selengkapya ketentuan kelulusan dinyatakan sebagai berikut:
1)  Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan setelah:
a.    menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
b.    memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran;
c.    lulus Ujian S/M/PK; dan
d.    lulus UN .
2)  Kriteria  kelulusan  peserta  didik  untuk  Ujian  Nasional  (UN)  SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB/SMK/MAK,  Program  Paket  B/Wustha,  Program  Paket  C,  dan Program Paket C  Kejuruan  adalah:
a.   NA setiap mata pelajaran yang diujinasionalkan  paling rendah 4,0 (empat koma nol); dan  
b.  rata - rata NA untuk semua mata pelajaran paling rendah 5,5 (lima koma lima).
c.  NA  merupakan  gabungan  Nilai    S/M/PK  dan  Nilai  UN  dengan  bobot  40%  Nilai S/M/PK dan  60% Nilai UN . 
3) Nilai S/M/PK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperoleh dari gabungan: 
a.   Rata- rata nilai rapor dengan bobot 70%:  
1)  Semester  I  sampai  dengan  semester  V pada  SMP/MTs,  SMPLB,  dan  Paket B/Wustha, SMK/MAK, dan Paket C Kejuruan; 
2)   Semester III sampai dengan semester V  pada SMA/MA, SMALB, dan Paket C; 
3)  Semester  I  sampai  dengan  semester  V  bagi  SMP/MTs ,    SMA/MA ,  dan SMK/MAK yang menerapkan SKS.
b.   Nilai Ujian S/M/PK dengan bobot 30%.  

Berikut ini Salinan lengkap Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan  Republik Indonesia  Nomor  97 Tahun 2013 Tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik dari Satuan Pendidikan Dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan Dan Ujian Nasional

SALINAN 
PERATURAN  MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN  REPUBLIK INDONESIA   NOMOR  97 TAHUN 2013
TENTANG
KRITERIA KELULUSAN PESERTA DIDIK DARI SATUAN PENDIDIKAN DAN PENYELENGGARAAN UJIAN SEKOLAH/MADRASAH/PENDIDIKAN KESETARAAN DAN UJIAN NASIONAL 
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA 
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA ,
Menimbang  :  bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 65 ayat (6) ,  Pasal 67 ayat (3) , dan  Pasal  72  ayat  (2)  Peraturan  Pemerintah  Nomor  19  Tahun  2005 tentang  Standar  Nasional  Pendidikan   sebagaimana  telah  diubah dengan  Peraturan  Pemerintah  Nomor  32  Tahun  2013  tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar  Nasional  Pendidikan,  perlu  menetapkan  Peraturan  Menteri Pendidikan   dan  Kebudayaan  tentang  Kriteria  Kelulusan  Peserta  Didik dari  Satuan Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan dan Ujian Nasional;
Mengingat  : 
1.  Undang-Undang  Nomor  20  Tahun  2003  Tentang  Sistem  Pendidikan Nasional  (Lembaran  Negara  Republik  Indonesia  Tahun  2003  Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2.  Peraturan  Pemerintah  Nomor  19  Tahun  2005  tentang  Standar Nasional  Pendidikan  (Lembaran  Negara  Republik  Indonesia  Tahun 2005  Nomor  41,  Tambahan  Lembaran  Negara  Republik  Indonesia Nomor  4496)  sebagaimana  telah  diubah  dengan  Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah  Nomor  19  Tahun  2005  tentang  Standar  Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 71, Tambahan Lembaran Neg ara Republik Indonesia Nomor 5410);
3.  Peraturan  Pemerintah  Nomor  17  Tahun  2010  Tentang  Pengelolaan dan  Penyelenggaraan  Pendidikan  (Lembaran  Negara  Tahun  2010 Nomor  23,  Tambahan  Lembaran  Negara  Nomor  5105)  sebagaimana telah  diubah  dengan  Peraturan  Pemerintah  Nomor  66  Tahun  2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang  Pengelolaan  dan  Penyelenggaraan  Pendidikan  (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5157); 
4.  Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tenta ng Pembentukan dan Organisasi  Kementerian  Negara  Republik  Indonesia  sebagaimana telah  beberapa  kali  diubah  beberapa  kali  terakhir  dengan  Peraturan Presiden  Nomor  91  Tahun  2011  tentang  Perubahan  Ketiga  Atas Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 
5.  Peraturan  Presiden  Nomor  24  Tahun  2010  tentang  Kedudukan, Tugas,  dan  Fungsi  Kementerian  Negara  serta  Susunan  Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I  Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa  kali  diubah  terak hir  dengan  Peraturan  Presiden  Nomor  92 Tahun  2011  tentang  Perubahan  Kedua  Atas  Peraturan  Presiden Nomor  24  Tahun  2010  tentang  Kedudukan,  Tugas,  dan  Fungsi Kementerian  Negara  Serta  Susunan  Organisasi,  Tugas,  dan  Fungsi Eselon I Kementerian Negara ;
6.     Keputusan  Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 6 0/P Tahun 201 3;
7.     Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi  untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
8.   Peraturan  Menteri  Pendidikan  Nasional  Nomor  23  Tahun  2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah; 
9.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 6 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006  Tentang  Standar  Isi  untuk  Satuan  Pendidikan  Dasar  dan Menengah  dan  Peraturan  Menteri  Pendidikan  Nasional  Nomor  23 Tahun  2006  tentang  Standar  Kompetensi  Lulusan  untuk  Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
10.  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 14 Tahun 2007 tentang Standar  Isi  untuk  Program  Paket  A,  Program  Paket  B,  dan  Program Paket C; 
11.  Peraturan  Menteri  Pendidikan  Nasional  Nomor  20  Tahun  2007 Tentang Stan dar Penilaian Pendidikan untuk Satua n  Pendidikan Dasar dan M enengah;
12.   Peraturan  Menteri  Pendidikan  Nasional  Republik  Indonesia  Nomor  3 Tahun  2008  tentang  Standar  Proses  Pendidikan  Kesetaraan  Program Paket A/Ula, Program Paket B/Wustha, dan Program Paket C;
13.  Peraturan  Menteri  Agama  Republik  Indonesia  Nomor    3  Tahun  2012 tentang Pendidikan Keagamaan Islam; 

MEMUTUSKAN:
Menetapkan  :  PERATURAN  MENTERI  PENDIDIKAN  DAN  KEBUDAYAAN  TENTANG KRITERIA  KELULUSAN  PESERTA  DIDIK  DARI  SATUAN  PENDIDIKAN DAN  PENYELENGGARAAN  UJIAN  SEKOLAH/MADRASAH/PENDIDIKAN KESETARA AN DAN UJIAN NASIONAL. 
  
BAB I KETENTUAN UMUM  
Pasal 1
Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:
1.     Satuan  pendidikan  adalah  satuan  pendidikan  dasar  dan  menengah  yang  meliputi Sekolah  Menengah  Pertama/Madrasah  Tsanawiyah  (SMP/MTs,  Sekolah  Menengah Pertama  L uar  Biasa  (SMPLB),  Sekolah  Menengah  Atas/Madrasah  Aliyah  (SMA/MA), Sekolah  Menengah  Atas  Luar  Biasa  (SMALB),  Sekolah  Menengah  Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), dan Pondok Pesantren. 
2.   Pendidikan  Kesetaraan  adalah  program  pendidikan  nonformal  yang  mencakup Program Paket B, Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan. 
3.   Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan  peserta  didi k,  tujuan  yang  akan  dicapai,  dan  kemampuan  yang dikembangkan. 
4.   Ujian  Sekolah/Madrasah/Pendidikan  Kesetaraan  selanjutnya  disebut  Ujian  S/M/PK adalah kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh  sekolah/madrasah/penyelenggara  program  pendidikan  kesetaraan  untuk semua mata pelajaran.
5.   Ujian  Nasional  yang  selanjutnya  disebut  UN  adalah  kegiatan  pengukuran  dan penilaian  pencapaian  standar  kompetensi  lulusan  secara  nasional  pada  mata pelajaran tertentu.
6.     UN  Susulan  adalah  ujian  nasi onal  yang  diselenggarakan  bagi  peserta  didik  yang berhalangan mengikuti UN karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah.
7.     Ujian  kompetensi  keahlian  adalah  ujian  nasional  yang  terdiri  atas  ujian  teori  dan ujian praktik kejuruan. 
8.     Nilai  Sekolah/Madrasah/Pendidikan  Kesetaraan  selanjutnya  disebut  Nilai    S/M/PK adalah nilai gabungan antara Nilai Ujian S/M/PK dan rata - rata nilai rapor atau rata-rata nilai derajat kompetensi (NDK). 
9.   Nilai  Ujian  Nasional  yang  selanjutnya  disebut    Nilai  UN  adalah  nilai  yang  diperoleh peserta didik dari UN.  
10.   Nilai  Akhir  mata  pelajaran  yang  selanjutnya  disebut  NA  adalah  nilai  gabungan antara Nilai S/M/PK dan Nilai UN. 
11.   Kriteria kelulusan adalah persyaratan pencapaian minimal untuk dinyatakan lulus. 
12.   Badan  Standar  Nasional  Pendidikan  yang  selanjutnya  disebut  BSNP  adalah  badan mandiri dan independen yang bertugas untuk menyelenggarakan UN.
13.   Wustha  adalah  pendidikan  dasar  tiga  tahun  pada  Pondok  Pesantren  Salafiyah setingkat Program Paket B dengan kekhasan pendalaman pendidikan agama Islam.  
14.   Kisi- kisi  soal  UN  adalah  acuan  dalam  pengembangan  dan  perakitan  soal  UN  yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam Standar Isi Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. 
15.     Lembar  jawaban  UN  yang  selanjutnya  disebut  LJUN  adalah  lembaran  kertas  yang digunakan oleh peserta didik untuk menjawab soal UN.  
16.     Surat keterangan hasil ujian nasional yang selanjutnya disebut SKHUN adalah surat keterangan yang berisi Nilai S/M/PK dari setiap mata pelajaran yang diujikan secara nasional, Nilai UN, dan NA. 
17.     Prosedur  Operasi  Standar  yang  selanjutnya  disebut  POS  adalah  urutan  langkah baku yang mengatur teknis pelaksanaan UN dan Ujian S/M/PK yang ditetapkan oleh BSNP.  
18.     Kementerian adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.  
19.     Menteri adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.  
20.     Perguruan  Tinggi  adalah  perguruan  tinggi  negeri  yang  ditetapkan  oleh  BSNP sebagai  koordinator  pengawasan  pelaksanaan  UN  berdasarkan  rekomendasi  dari Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia. 
21.     Pemerintah adalah pemerintah pusat.  
22.     Pemerintah  Daerah  adalah  pemerintah  provinsi,  pemerintah  kabupaten,  atau pemerintah kota.

BAB II KRITERIA KELULUSAN PESERTA DIDIK DARI  SATUAN PENDIDIKAN 
Pasal  2
Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan setelah:
a.    menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
b.    memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran;
c.    lulus Ujian S/M/PK; dan
d.    lulus UN .
Pasal 3
(1)   Penyelesaian seluruh program pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal   2 huruf a, untuk peserta didik: 
a.     SMP/MTs  dan  SMPLB  apabila  telah  menyelesaikan  pembelajaran  dari  kelas  VII sampai dengan kelas IX; 
b.    SMA/MA, SMALB, dan SMK/MAK apabila telah menyelesaikan pembelajaran dari kelas X sampai dengan kelas XII; 
c.     SMP/MTs  dan  SMA/MA  yang  menerapkan  sistem  akselerasi  atau  sistem  kredit semester  (SKS)  apabila  telah  menyelesaikan  seluruh  mata  pelajaran  yang dipersyaratkan; dan 
d.    Program Paket B, Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan apabila telah menyelesaikan  keseluruhan  derajat  kompetensi  masing - masing  jenjang program.
(2)   Ketentuan  keikutsertaan  peserta  didik  dari  sekolah  penyelenggara  sistem akselerasi  atau  SKS  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)  huruf  c  diatur  dalam POS UN. (POS UN 2014
Pasal 4
Kriteria  nilai  minimal  baik  pada  penilaian  akhir  u ntuk  seluruh  mata  pelajaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b ditetapkan oleh satuan pendidikan 
Pasal  5
(1)   Kriteria  kelulusan  peserta  didik  dari  Ujian  S/M/PK  untuk  semua  mata  pelajaran sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  2  huruf  c  ditetapkan  oleh  satuan   pendidikan berdasarkan perolehan Nilai S/M/PK.
(2)   Kriteria  kelulusan  peserta  didik  sebagaimana   dimaksud  pada  ayat  (1)  mencakup míni mal  rata - rata  nilai  dan  míni mal  nilai  setiap  mata  pelajaran  yang  ditetapkan oleh  satuan  pendidikan .  
(3)   Nilai S/M/PK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperoleh dari gabungan: 
a.   Rata- rata nilai rapor dengan bobot 70%:  
1)    Semester  I  sampai  dengan  semester  V pada  SMP/MTs,  SMPLB,  dan  Paket B/Wustha, SMK/MAK, dan Paket C Kejuruan; 
2)    Semester III sampai dengan semester V  pada SMA/MA, SMALB, dan Paket C; 
3)    Semester  I  sampai  dengan  semester  V  bagi  SMP/MTs ,    SMA/MA ,  dan SMK/MAK yang menerapkan SKS.
b.   Nilai Ujian S/M/PK dengan bobot 30%.
Pasal 6
(1)   Kriteria  kelulusan  peserta  didik  untuk  Ujian  Nasional  (UN)  SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB/SMK/MAK,  Program  Pak et  B/Wustha,  Program  Paket  C,  dan Program Paket C  Kejuruan  adalah:
a.     NA setiap mata pelajaran yang diujinasionalkan  paling rendah 4,0 (empat koma nol) ; dan  
b.    rata - rata NA untuk semua mata pelajaran paling rendah 5,5 (lima koma lima).
(2)   NA  merupakan  gabungan  Nilai    S/M/PK  dan  Nilai  UN  dengan  bobot  40%  Nilai S/M/PK dan  60% Nilai UN
Pasal  7
Kelulusan peserta didik dari:  
a.    SMP/MTs,  SMPLB,  SMA/MA,  SMALB,  SMK/MAK  ditetapkan  oleh  setiap  satuan pendidikan yang bersangkutan dalam rapat dewan guru. 
b.    Program  Paket  B/Wust ha,  Program  Paket  C,  dan  Program  Paket  C  Kejuruan ditetapkan  oleh  setiap  satuan  pendidikan  yang  bersangkutan  dalam  rapat  dewan tutor bersama Pamong Belajar pada SKB Pembina. 

BAB III  PERSYARATAN PESERTA DIDIK MENGIKUTI UJIAN SEKOLAH/MADRASAH/PENDIDIKAN KESETARAAN DAN UJIAN NASIONAL 
Pasal 8
(1)  Persyaratan peserta didik mengikuti Ujian S/M/PK dan UN: 
a.     telah atau pernah berada pada tahun terakhir pada suatu jenjang pendidikan di satuan pendidikan tertentu;
b.    memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada suatu jenjang pendidikan di satuan pendidikan tertentu mulai semester I tahun pertama sampai dengan semester I tahun terakhir; dan 
c.     memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada Pendidikan Kesetaraan. 
(2)   Persyaratan peserta didik mengikuti Ujian Nasional P endidikan Kesetaraan berasal dari  Pusat  Kegiatan  Belajar  Masyarakat  (PKBM),  Sanggar  Kegiatan  Belajar  (SKB), Pondok Pesantren penyelenggara program Wustha, dan kelompok belajar sejenis.
(3)   Ketentuan  lebih lanjut mengenai   persyaratan peserta didik sebagaimana dimaksud pada  ayat  (1)  dan  ayat (2)  diatur  dalam  POS  Ujian  S/M/PK  atau  POS  UN   yang ditetapkan oleh BSNP.
BAB IV  HAK DAN KEWAJIBAN PESERTA DIDIK DALAM UJIAN SEKOLAH/MADRASAH/PENDIDIKAN KESETARAAN DAN UJIAN NASIONAL 
Pasal 9
(1)   Peserta didik yang memenuhi syarat  sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 berhak mengikuti Ujian S/M/PK dan UN.
(2)   Peserta  didik  tunanetra,  tunarungu,  tunadaksa  ringan,  dan  tunalaras  yang memenuhi  syarat  sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  8  berhak  mengikuti  Ujian S/M/PK dan UN.
(3)   Peserta  didik  yang  karena  alasan  tertentu  dengan  disertai  bukti  yang  sah berhalangan  mengikuti  UN  dapat  mengikuti  UN  Susulan  sesuai  jadwal  yang ditentukan dalam POS UN yang ditetapkan oleh BSNP. 
(4)   Peserta  didik  ya ng  tidak  lulus  dapat  mengikuti  u jian  tahun  berikutnya  sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. 
(5)   Ketentuan  lebih  lanjut  mengenai  hak  peserta  didik  dalam  Ujian  S/M/PK  dan  UN diatur dalam POS US/M/PK atau POS UN yang ditetapkan oleh BSNP.
BAB V  PELAKSANAAN UJIAN SEKOLAH/MADRASAH/PENDIDIKAN KESETARAAN  
Pasal 10   
Setiap satuan pendidikan melaksanakan  Ujian  S/M/PK untuk semua mata pelajaran.
Pasal 11 
Ujian  S/M/PK  dilaksanakan  oleh  satuan  pendidikan  sesuai  dengan  POS  Ujian  S/M/PK yang  ditetapkan  oleh  satuan  pendidikan  di  bawah  koordinasi  Dinas  Pendidikan Kabupaten/Kota,  Kantor  Wilayah  Kementerian  Agama,  dan  Kantor  Kementerian Agama. 
Pasal 12 
Ujian  S/M/PK  dilaksanakan    sebelum  pelaksanaan  UN  sesuai  dengan  jadwal  yang ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan .
Pasal 13 
(1)   Nilai  S/M/PK  diserahkan  oleh  setiap satuan  pendidikan  kepada  Pelaksana  UN Tingkat  Pusat. 
(2)   Nilai  S/M/PK  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)  untuk  SMP/MTs/SMPLB, Program  Paket  B/Wustha,  SMA/MA,    SMALB,    SMK/MAK,  Program  Paket  C,  dan Program Paket C Kejuruan diterima oleh Pelaksana UN Tingkat Pusat paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum pelaksanaan UN.
(3)   Ketentuan  lebih  lanjut  mengenai  penyerahan  dan  penerimaan  Nilai  S/M/PK sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)  dan  ayat  (2)  diatur  dalam  POS  UN  yang ditetapkan oleh BSNP. 
BAB VI PENYELENGGARAAN UJIAN NASI ONAL
Pasal 14 
(1)   BSNP  menyelenggarakan  UN  bekerja  sama  dengan  instansi  terkait  di  lingkungan Pemerintah,  Pemerintah  Provinsi,  Pemerintah  Kabupaten/Kota,  dan  satuan pendidikan.
(2)   BSNP sebagai Penyelenggara UN bertugas:  
a.  menyusun POS pelaksanaan UN; 
b.   memberi rekomendasi  kepada  Menteri  tentang   pembentukan  Pelaksana  UN Tingkat Pusat; dan  
c.   melakukan evaluasi dan menyusun rekomendasi perbaikan pelaksanaan UN.  
(3)   Pelaksana  UN  Tingkat  Pusat  ditetapkan  dengan  Keputusan  Menteri  dan  bertanggung  jawab  kepada Penyelenggara UN.
(4)   Pelaksana  UN  Tingkat  Provinsi  ditetapkan  dengan  Keputusan   Gubernur  dan  bertanggung  jawab  kepada Pelaksana UN Tingkat Pusat.  
(5)   Pelaksana  UN  Tingkat  Kabupaten/Kota  ditetapkan  dengan  Keputusan   Bupati/Wali Kota dan  bertanggung  jawab  kepada Pelaksana UN Tingkat  Provinsi.
(6)   Pelaksana  UN  Tingkat  Satuan  Pendidikan  ditetapkan  dengan  Keputusan  Kepala Dinas  Pendidikan  Kabupaten/Kota  dan  bertanggung  jawab  kepada  Pelaksana  UN Tingkat Kabupaten/Kota.  
(7)   Pelaksana UN Tingkat Pusat, Pelaksana UN Tingkat Provinsi, Pelaksana UN  Tingkat Kabupaten/Kota,  dan Pelaksana UN Tingkat Satuan  Pendidikan   memiliki tugas dan tanggung  jawab  untuk  melaksanakan  UN  sesuai  dengan  Peraturan  Menteri  dan POS UN.
Pasal 15 
(1)   Pelaksana  UN  Tingkat  Provinsi  melaksanakan  dan  mengawasi  UN  SMP/MTs, SMPLB, SMALB, dan Program Paket B/Wustha.
(2)   Pelaksana  UN  Tingkat  Provinsi  melaksanakan  UN  SMA/MA,  SMK/MAK, Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan.
(3)   Perguruan  Tinggi  berperan  serta  dalam  penyiapan  soal  UN,  dan  mengawasi penggandaan,  pendistribusian,  pelaksanaanUN  SMA/MA,  SMK/MAK,  Program  Paket C, dan Program Paket C Kejuruan, serta pengembalian LJUN ke tempat pemindaian dengan berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
(4)   Perguruan  Tinggi  melakukan  pemindaian  LJUN  UN  SMA/MA,  SMK/MAK,  Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan.
(5)   Pelaksana  UN  Tingkat  Provinsi  melakukan  pemindaian  LJUN   SMP/MTs,  SMPLB, SMALB, dan Program Paket B/Wustha .   
(6)   Ketentuan  lebih  lanjut  mengenai  pelaksanaan  dan  pengawasan  UN  diatur  dalam POS UN yang ditetapkan oleh BSNP .
Pasal 16 
(1)   UN untuk sekolah/madrasah  dilaksanakan 1 (satu) kali dalam satu tahun. 
(2)   UN untuk Pendidikan Kesetaraan dilaksanakan 2 (dua) kali dalam satu tahun.
(3)  (JadwalUN  2014 untuk  SMA/MA,  SMALB,  dan  SMK/MAK  dilaksanakan  pada  bulan  April   tahun 2014.
(4)   (Jadwal) UN  untuk  Pendidikan  Kesetaraan  periode  pertama  dilaksanakan  pada  bulan  April dan bulan Mei,  dan periode kedua dilaksanakan pada bulan Agustus tahun  2014. 
(5)   (Jadwal) UN  Susulan  untuk  SMA/MA,  SMALB,  dan  SMK/MAK  dilaksanakan  setelah  UN SMA/MA, SMALB, dan SMK/MAK.
(6)   Ujian  kompetensi  keahlian  kejuruan  untuk  SMK/MAK  dan  Program  Paket  C Kejuruan  dilaksanakan  paling  lambat  satu  bulan  sebelum  penyelenggaraan  UN SMA/MA, MALB, SMK/MAK, Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan.
(7)   Kelulusan  peserta  didik  dari  satuan  pendidikan  SMA/MA,  SMALB,  SMK/MAK, Program  Paket  C,  dan  Program  Paket  C  Kejuruan  diumumkan  oleh  satuan pendidikan  paling  lambat  satu  bulan  setelah  penyelenggaraan  UN  SMA/MA, SMALB, SMK/MAK, Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan.
(8)   (JadwalUN 2014 untuk SMP/MTs, SMPLB, dilaksanakan pada bulan Mei 2014.
(9) (Jadwal)  UN  2014 susulan  untuk  SMP/MTs  dan  SMPLB,  dilaksanakan  setelah  UN  SMP/MTs, SMPLB.
(10)     Kelulusan  peserta  didik  dari  satuan  pendidikan  SMP/MTs,  SMPLB,  Program  Paket B/Wustha  diumumkan  oleh  satuan  pendidikan  paling  lambat  satu  bulan  setelah pelaksanaan UN SMP/MTs, SMPLB, dan Program Paket B/Wustha.
Pasal 17 
Mata  pelajaran  yang  diujikan  pada  UN  diatur  lebih  lanjut  dalam  POS UN  yang ditetapkan oleh BSNP. 
Pasal 18 
(1)     Ujian  kompetensi  keahlian  kejuruan  sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  16  ayat (6) terdiri atas teori kejuruan dan praktik kejuruan. 
(2)     Ujian  teori  kejuruan  SMK/MAK  dan  Program  Paket  C  Kejuruan  dilaksanakan  oleh dinas pendidikan provinsi.
(3)     Ujian praktik kejuruan SMK/MAK dan Program Paket C Kejuruan dilaksanakan oleh satuan pendidikan bersama dunia industri dan/atau asosiasi profesi.
(4)     Ketentuan  lebih lanjut  mengenai ujian kompetensi keahlian kejuruan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam POS UN yang ditetapkan oleh BSNP. 
Pasal 19 
Orang  perseorangan,  kelompok,  dan/atau  lembaga  yang  terlibat  dalam  pelaksanaan UN  wajib  menjaga  kejujuran,  kerahasiaan,  keamanan,  dan  kelancaran  pelaksanaan UN.
Pasal 20 
Pemerintah dan Pemerintah Daerah melakukan sosialisasi UN.
Pasal 21 
Kementerian  Pendidikan  dan  Kebudayaan  Republik  Indonesia  memetakan  hasil  UN pada tingkat sekolah/madrasah, kabupaten/kota, pr ovinsi, dan nasional .
BAB VII
BAHAN UJIAN SEKOLAH/MADRASAH/PENDIDIKAN KESETARAAN DAN  UJIAN NASIONAL 
Pasal 22 
(1)   Kisi- kisi  soal  Ujian  S/M/PK  disusun  berdasarkan  Standar  Kompetensi  dan Kompetensi Dasar dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
(2)   Kisi- kisi  soal  UN  disusun  berdasarkan  Standar  Kompetensi  dan Kompetensi  Dasar sebagaimana  tercantum  dalam  lampiran  Peraturan  Menteri  Pendidikan  Nasional  Nomor  22  Tahun  2006  tentang  Standar  Isi  untuk  Satuan  Pendidikan  Dasar  dan Menengah  serta  Peraturan  Menteri  Pendidikan  Nasional  Nomor  14  Tahun  2007 tentang Standar Isi untuk Program Paket A, Program Paket B, dan Program Paket C. 
(3)   Kisi- kisi  soal  Ujian  S/M/PK  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)  disusun  dan ditetapkan oleh satuan pendidikan.
(4)   Kisi- kisi soal UN sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menggunakan kisi - kisi soal UN  tahun  pelajaran  2012/2013  sebagaimana  ditetapkan  dalam  Peraturan  BSNP Nomor 0019/P/BSNP/XI/2012.
Pasal 23 
(1)   Satuan pendidikan menyusun naskah soal Ujian S/M/PK berdasarkan kisi- kisi soal Ujian S/M/PK yang telah  ditetapkan. 
(2)   Pelaksana  Tingkat  Pusat  menyusun  naskah  soal  UN  berdasarkan  kisi- kisi  soal  UN yang telah ditetapkan. 
(3)   Naskah soal UN dipilih dari bank soal sesuai dengan kisi- kisi UN dan ditelaah oleh tim ahli yang telah ditetapkan oleh BSNP.  
(4)   Naskah soal UN s ebelum digunakan diklasifikasikan sebagai dokumen negara.
Pasal 24 
(1)   Penyiapan, penggandaan, dan  pen distribusi an  bahan Ujian S/M/PK dilaku kan oleh satuan pendidikan.
(2)   Penggandaan dan   pendistribusian  bahan UN SMP/MTs, SMPLB dan Program Paket B/Wustha,  SMA/MA, SMK/MAK,  SMALB,  Program  Paket  C,  dan  Program  Paket  C  Kejuruan dilakukan  oleh  Pelaksana UN Tingkat Provinsi  secara regional. 
(3)   Pendistribusian  bahan  UN  sampai  ke  titik  simpan  terakhir  dilakukan  oleh  percetakan berkoordinasi dengan Pelaksana UN Tingkat Provin si dan Pelaksana UN Tingkat Kabupaten/Kota.   
(4)   Pengawasan  penggandaan  dan  pendistribusian  bahan  UN  SMA/MA, SMK/MAK, SMALB,  Program  Paket  C,  dan  Program  Paket  C  Kejuruan  dari  provinsi  ke kabupaten/kota, dari kabupaten/kota ke satuan pendidikan melibatkan perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta , Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).   
(5)   Pengawasan  penggandaan  dan  pendistribusian  bahan  UN  SMP/MTs,  SMPLB dan Program Paket B/Wustha dari provinsi ke kabupaten/kota, dari kabupaten/kota ke satuan pendidikan melibatkan LPMP dan Polri.
(6)   Penyerahan soal UN dari percetakan ke provinsi, dari provinsi ke kabupaten/kota, dan dari kabupaten/kota kepada satuan pendidikan disertai dengan berita acara. 
(7)   Ketentuan  lebih  lanjut  mengenai  pengaturan  regional,  penggandaan ,  dan pendistribusian  bahan  UN ,  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (2),  ayat (3),  ayat (4),  dan  ayat (5)  diatur  oleh   Badan   Penelitian  dan   Pengembangan   Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.   
BAB VIII  BIAYA UJIAN SEKOLAH/MADRASAH/PENDIDIKAN KESETARAAN DAN UJIAN NASIONAL 
Pasal 25 
(1)     Biaya pelaksanaan Ujian  S/M/PK menjadi tanggung   jawab Pemerintah Daerah dan satuan pendidikan yang bersangkutan.
(2)     Biaya penyelenggaraan dan pelaksanaan UN menjadi tanggung  jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah.  
Pasal 26 
Pemerintah,  Pemerintah  Daerah,  dan  satuan  pendidikan  dilarang  memungut  biaya pelaksanaan  UN  dari  peserta  didik,  orang  tua/wali,  dan/ atau  pihak  yang  membiayai peserta didik . 
BAB IX  SANKSI
Pasal 27  
(1)     Orang  perseorangan,  kelompok,  dan/atau  lembaga  yang  terbukti  secara  sah melakukan  pelanggaran  sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  19,  akan  diproses dan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. 
(2)     Ketentuan  lebih  lanjut  mengenai pelanggaran  dan   sanksi   diatur   dalam  POS  UN  yang ditetapkan oleh BSNP .
BAB X   PENUTUP
Pasal  28
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal di tetapkan.
Agar  setiap  orang  mengetahuinya,  memerintahkan  pengundangan  Peraturan  Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik  Indonesia. 
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 18 November 2013
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 
REPUBLIK INDONESIA,

TTD.

MOHAMMAD NUH 

Diundangkan di Jakarta
pada tanggal  18 November 2013
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,

TTD.

AMIR SYAMSUDIN
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2013 NOMOR  1352
Salinan sesuai dengan aslinya.
Kepala Biro Hukum dan Organisasi
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 

TTD.

Ani Nurdiani Azizah

NIP 195812011986032001  


BAGI ANDA YANG INGIN MENDOWNLOAD  Peraturan   Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan  Republik Indonesia  Nomor  97 Tahun 2013 Tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik Dari Satuan Pendidikan Silahkan Klik LINK DI BAWAH INI

LINK DOWNLOAD PERMENDIKNAS NO 97 TAHUN 2013 TENTANG KRITERIA KELULUSAN


Bagi ANDA yang INGIN MENDOWNLOAD POS UJIAN NASIONAL SMA/MA, SMK/MAK, SMP/MTS, PAKET A,B, C SILAHKAN KLIK LINK DIBAWAH INI


LINK DOWNLOAD POS UJIAN NASIONAL TAHUN 2013/2014



Blog, Updated at: 9:28:00 AM

1 komentar:

  1. Alhamdulillah saya telah dapat mendownloadnya dengan mudah. Terima Kasih, Pak.

    ReplyDelete

---------------------------------

---------------------------------


Tanggal dan Waktu Saat Ini (Online)

---------------------------------

Statistik Pengunjung

---------------------------------

---------------------------------

Followers

----------------------------------

---------------------------------

CB