PENGHORMATAN SBY DAN WARGA ATAS ALMARHUMAH EEN SUKAESIH WUJUD SIKAP MEM-VIP-KAN GURU

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Monday, December 15, 2014



Ibu Een Sukaesih adalah salah seorang guru yang telah memiliki kesadaran dan keteguhan diri sebagai pembentuk masa depan Indonesia. Ia adalah guru yang inspiratif, guru yang dicintai anak didiknya. Kisah hidup ibu Een Sukaesih menyentuh banyak hati. Rheumatoid arthritis yang menyerang tubuh wanita paruh baya ini selama 28 tahun tidak melumpuhkan tekadnya untuk berbagi ilmu mencerdaskan anak-anak.

Meski menderita kelumpuhan, semangat ibu Een Sukaesih yang dikenal dengan sebutan Wak Een Sukaesih untuk mengajar anak-anak yang datang ke rumahnya tak pernah putus. Dari atas tempat tidurnya, Een Sukaesih mengajar anak-anak di lingkungannya. Dedikasinya yang tinggi inilah hingga ia meraih penghargaan khusus bidang pengabdian masyarakat dan kemanusiaan Liputan 6 Awards. 

Kini ibu Een Sukaesih, sarjana lulusan IKIP Bandung yang kini bernama UPI Bandung dan  tinggal di Dusun Batukarut, RT01 RW06, Desa Cibereum Wetan, Cimalaka, Sumedang, Jawa Barat telah tiada.

Ratusan warga mengantarkan jenazah guru inspiratif Een Sukaesih ke peristirahatan terakhirnya di tempat pemakaman umum (TPU) Lio di Desa Cibeureum, Kecamatan Cimalaka, Sumedang, Jawa Barat. Sebelum dimakamkan, sarjana lulusan IKIP Bandung  yang akrab dipanggil Wak Een ini, disalatkan di Masjid Jami Al-Ikhlas, Desa Cibeureum.

Isak tangis keluarga dan anak didik almarhumah mewarnai proses pemakaman sang guru kalbu ini. Untaian doa-doa terus dipanjatkan dari orang-orang yang sangat mencintai sosok guru inspiratif ini.

Tak hanya itu, Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY menyampaikan rasa dukacita atas meninggalnya salah satu pejuang pendidikan ibu Een Sukaesih.

"Innalillahi wa innailahi rajiun turut berduka cita atas meninggalnya Ibu Een Sukaesih. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT," kata SBY melalui akun Twitter-nya@SBYudhoyono di Jakarta, Sabtu (13/12/2014).

Menurut SBY, guru penderita Rheumatoid arthritis tersebut adalah pelopor Rumah Pintar Al-Barokah yang telah berjasa memajukan pendidikan Indonesia.

Saat menjadi presiden, SBY pernah menjenguk Een Sukaesih di tempat tinggalnya di Dusun Batu Karut, Cibeureum Wetan, Cimalaka, Sumedang. Dan pada pertengahan 2013.SBY juga pernah mengundang Een Sukaesih untuk berkunjung ke Istana Negara.

Penghormatan yang besar dari Warga dan dari sesorang Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY atas almarhumah ibu Een Sukaesih merupakan wujud penghormatan untuk mem-VIP-kan guru. Dalam benak saya gerakan mem-VIP-kan guru yang dikumandangan oleh Mendikbud Anies Baswedan tidak hanya dalam bentuk bantuan material tetapi juga dalam bentuk immaterial. Gerakan seperti ini penting karena pada saat ini seiring dengan perkembangan jaman penghormatan terhadap guru mulai berkurang.

Sebagaimana pesan Mendikbud Anies Baswedan, mari bangun kesadaran kolosal untuk menghormati-tinggikan guru. Pemerintah harus berperan, tetapi tanggung jawab besar itu juga ada pada diri kita setiap warga negara, apalagi kaum terdidik. Karena itu, VIP-kan guru-guru dalam semua urusan! Bangsa ini akan tegak dan disegani saat guru-gurunya terhormat dan dihormati. Bagi anak-anak muda yang kini berbondong-bondong memilih pendidikan guru, ingat tujuan menjadi guru bukan cari tingginya rupiah. Anda pilih jalan mulia, menjadi pendidik. Jangan kemuliaan dikonversi sebatas urusan rupiah, itu cara pintas membuat kemuliaan alami devaluasi. Kesejahteraan Anda sebagai guru memang harus terjamin, tetapi biarkan sorot mata anak didik yang tercerahkan atau cium tangan tanda hormat itu menjadi reward utama yang tak ternilai bagi anda.

Terakhir, penulis dan mungkin semua guru di Indonesia mengucapkan terima kasih kepada Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY yang telah memberikan contoh dalam mem-VIP-kan guru. Mudah-mudahan gerakan seperti ini menyadarkan seluruh komponen untuk menghargai jasa guru.

Kepada guru, jadilah guru yang dihormati bukan yang mau hormati. Jadilah guru yang dihargai jasanya bukan yang mau dihargai jasanya. Dan jadilah guru yang inspiratif penuh dedikatif yang dicintai semua anak didiknya.


Sumber informasi: Liputan6.com, jabar.tribunnews.com


Blog, Updated at: 11:03:00 PM

1 komentar:

  1. Innalillahi wa innailahi rajiun, mudah-mudahan amal Ibdadah Ibu Een Sukaesih diterima di sisi Allah SWT.

    ReplyDelete

---------------------------------

---------------------------------


Tanggal dan Waktu Saat Ini (Online)

---------------------------------

Statistik Pengunjung

---------------------------------

---------------------------------

Followers

----------------------------------

---------------------------------

CB