UJIAN NASIONAL 2015 BERUBAH MENJADI EVALUASI NASIONAL

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Sunday, December 28, 2014

Di Indonesia, ujian nasional (UN) sejak lama menjadi sesuatu yang menakutkan bagi siswa. Tes yang diadakan diakhir masa studi ini seolah menjadi penentu keberhasilan siswa selama menempuh pendidikan. Pro kontra keberadaan ujian nasional (UN)  pun meluas.



Saat ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengaku tengah mengkaji keberlanjutan dan reposisi ujian nasional (UN). Menurut Anies, kajian tersebut dilakukan untuk mencari titik temu antara dua sisi pelaksanaan ujian nasional (UN). 

“Satu sisi kita ingin memastikan bahwa anak-anak memiliki standar yang baik dan memadai. Tapi disisi lain, membuat proses ujian atau tes bukan sesutau yang membenani, mengerikan, bahkan mengubah orientasi belajar,” ujar Anies.

Yang sekarang ini, Mendikbud menyebut, begitu siswa naik ke tingkat akhir seluruh kegiatan sekolah akan berhenti kecuali latihan ujian. Belajar dan try out. Orientasi semacam ini, dituturkan Anies, hanya akan membuat mental anak sekedar studying bukan pembelajar (learing). “Belajar untuk menghadapi ujian atau tes,” katanya.

Karena itu Anies mengungkapkan, Kemendikbud perlu meracang alat akuntabilitas yang bermanfaat bagi semua stakeholder. Paradigmanya adalah pemerintah sebagai pompa yang menolong dan memberdayakan siswa sejak dini, bukan sekadar penyaring yang menghakimi dan menghukumi siswa di ujung. 
“Yang pasti, orientasinya bukan untuk kepentingan pemerintah, bukan juga penyelenggara pendidikan. Orientasinya adalah mengubah perilaku belajar anak-anak kita,” jelas Mendikbud.

Saat ini Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) selaku penyelenggara unas sedang mempersiapkan perubahan pelaksanaan Ujian Nasional 2015 menjadi evaluasi nasional (ENAS).

"Kami berharap pekan depan sudah ada titik jelasnya. Sekarang masih tahap usulan dari unas menjadi evaluasi nasional," kata anggota BSNP Teuku Ramli Zakaria di Jakarta kemarin.

Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sedang mempersiapkan pelaksanaan Ujian Nasional 2015 yang rencananya bergati nama menjadi Evaluasi Nasional (ENAS), terus menggeber rapat-rapat teknis persiapan penyelenggaraan periode 2015. Kemarin misalnya, tim BSNP menggelar rapat dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud.

Menurut dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta itu, perubahan dari unas ke enas tidak sekedar pergantian nama saja.Pria kelahiran Banda Aceh, 2 September 1952 itu menjelaskan, perubahan itu misinya ingin mengembalikan fungsi ujian tahunan itu. "Kita ingin mengembalikan kembali ke fungsi evaluasi," jelas dia. Mulai dari evaluasi sekolah, guru, hingga satuan pendidikannya.


Menurut Ramli, pengubahan ini muncul dari kajian-kajian dan penyerapan aspirasi dari beberapa pihak. Jadi tidak ditetapkan sepihak oleh Kemendikbud atau BSNP saja. Tetapi juga menjaring persepsi dari masyarakat terkait pelaksanaan unas selama ini. Seperti persepsi bahwa unas itu menjadi ujian "mati-matian" para siswa untuk mengejar kelulusan.


Informasi di internal Kemendikbud, rencana pengubahan model pelaksaaan Ujian Nasional 2015 menjadi enas ini sudah beredar. Diantaranya ada yang menyebut bahwa penentuan kelulusan ujian 2015 nanti dikembalikan ke sekolah. Peran pemerintah pusat untuk urusan kelulusan mulai dikurangi.

Pemerintah menetapkan Ujian Nasional (UN) 2015 atau Evaluasi Nasional tahun 2015 jenjang SMA/SMK rencananya akan dilaksanakan 13 April - 15 April 2015. Siswa, guru, hingga orang tua diminta mulai mempersiapkan diri.

Untuk jenjang SMA, mata pelajaran (unas) yang di-unas-kan tetap enam mapel di masing-masing jurusan. Ujian Nasional (UN) 2015 atau Evaluasi Nasional tahun 2015 tetap seperti tahun lalu, berlangsung selama tiga hari (sampai 15 April). Sementara untuk jenjang SMP sederajat, Ujian Nasional (UN) 2015 atau Evaluasi Nasional tahun 2015 rencananya diselenggarakan 27-30 April 2015.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam menjelaskan, jadwal pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2015 atau Evaluasi Nasional tahun 2015 itu sudah tertuang dalam prosedur operasional standar (POS) yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

"POS itu memang sampai saat ini belum resmi dikeluarkan. Karena ada revisi-revisi," kata Nizam di Jakarta kemarin. Meskipun ada sejumlah revisi, guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta itu memprediksi revisi tidak akan menyentuh tanggal pelaksanaan unas.

Terkait dengan gonjang-ganjing Kurikulum 2013 (K-13) dan Kurikulum 2006, Nizam menjelaskan, masyarakat tidak perlu risau. Sebab semua siswa SD, SMP, SMA, dan SMK peserta unas, tidak ada satupun yang menjadi sasaran implementasi K-13. Sehingga muatan materi ujiannya, masih sama dengan unas 2014 atau periode sebelumnya.

Selain urusan tanggal penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) 2015 atau Evaluasi Nasional tahun 2015, Nizam juga menjelaskan ada skema baru tender logistik ujian. Lelang logistik Ujian Nasional (UN) 2015 atau Evaluasi Nasional tahun 2015 yang rencananya mulai 15 Januari ini dilaksanakan di tingkat provinsi. Tim panitia pengadaan bahan logistik unas juga sudah dibentuk. Isinya adalah perwakilan dari provinsi-provinsi.

"Jadi Provinsi dapat melakukan pelelangan bahan unas secara sendiri-sendiri. Atau juga gabungan dari beberapa provinsi," katanya. Kemudian perusahaan percetakan yang berminat ikut lelang, boleh melamar di lebih dari satu provinsi. Asalkan disesuaikan dengan kapasitas produksinya.

Meskipun lelang dilaksanakan di tingkat provinsi, pengumuman pendaftaran lelang dibuka secara serentak. Nizam menyebutkan, masa lelang ini diperkirakan berjalan selama satu bulan.

Kemudian proses percetakan naskah unas berjalan satu setengah bulan. Lalu pengiriman naskah hingga ke sekolah, ditargetkan berlangsung selama dua pekan.

Nizam menjelaskan, pelelangan yang ditempatkan di provinsi itu adalah permintaan dari panitia tingkat provinsi sendiri. Kemendikbud intinya berharap proses lelang berlangsung transparan dan anggaran yang dipakai efisien.

Sementara untuk urusan kriteria kelulusan dan nama resmi Ujian Nasional (UN) 2015 atau Evaluasi Nasional tahun 2015, Nizam mengatakan harus menunggu peraturan resmi dari Mendikbud Anies Baswedan. Rencananya peraturan Mendikbud terkait pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2015 atau Evaluasi Nasional tahun 2015 keluar Januari ini juga.

Sebagaimana diberitakan Anies menegaskan, Ujian Nasional (UN) 2015 atau Evaluasi Nasional tahun 2015 berbeda dengan UN tahun sebelumnya. Diantaranya adalah, Ujian Nasional (UN) 2015 atau Evaluasi Nasional tahun 2015 hanya dipakai untuk pemetaan. Yakni pemetaan kompetensi siswa, sekolah, hingga pemerintah daerah. Dengan demikian, dominiasi peran Ujian Nasional (UN) 2015 atau Evaluasi Nasional tahun 2015 sebagai penentu kelulusan siswa rencananya mulai dikurangi.

Terkait persiapan siswa, Anies mengatakan para siswa sudah mulai mempersiapkan diri jelang Ujian Nasional (UN) 2015 atau Evaluasi Nasional tahun 2015. Dia mencontohkan pada anak keduanya, Mikail Azizi Baswedan yang kini duduk di bangku kelas III SMA Labschool Kebayoran.


"Anak saya sekarang mulai di-drill mengerjakan soal-soal ujian. Kasihan juga," kata Anies. Dia berharap siswa di seluruh Indonesia tidak berlebihan menghadapi Ujian Nasional (UN) 2015 atau Evaluasi Nasional tahun 2015.

Sumber berita: Republika.co.Id dan  jpnn.com





Blog, Updated at: 2:47:00 PM

1 komentar:

  1. mantap pak
    kunjungi j2sknews.com untuk berita pendidikan

    ReplyDelete

---------------------------------

---------------------------------


Tanggal dan Waktu Saat Ini (Online)

---------------------------------

Statistik Pengunjung

---------------------------------

---------------------------------

Followers

----------------------------------

---------------------------------

CB