PENIPUAN, KALAU ADA PEGAWAI BKN ATAU MENPAN YANG BISA LOLOSKAN TES CPNS

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Monday, February 9, 2015



Menteri PANRB Yuddy Chrisnandi menegaskan bahwa tidak akan ada intervensi dari pihak manapun dalam seleksi CPNS. Kalau masih ada pihak-pihak yang menyatakan bisa meloloskan peserta tes CPNS, dipastikan bahwa hal itu merupakan penipuan.
Hal ini sering terjadi karena banyak beredar informasi di internet bahwa pegawai BKN atau Menpan dapat meloloskan peserta tes CPNS. Modus Penipuan baru yang sering beredar di internet adalah posting pengalaman pribadi yang lulus CPNS dengan bantuan pegawai BKN atau Menpan. Semua itu adalah PENIPUAN.

Yuddy dalam rangkaian kunjungan kerja di Jawa Timur, yang dimulai dari Surabaya, dilannjutkan ke Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, Sabtu (07/02). menyatakan bahwa Kalau masih ada pihak-pihak yang menyatakan bisa meloloskan peserta tes CPNS, dipastikan bahwa hal itu merupakan penipuan.

Menteri PANRB mengungkapkan bahwa dalam seleksi CPNS tahun 2014 seluruhnya tes kompetensi dasar menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Dengan sistem ini, setiap proses dilaksanakan secara transparan, dan setiap tahapan bisa diketahui oleh publik. Salah satu dampaknya, Putri Presiden Jokowi Kahiyang Ayu tidak lolos dan menjadi perhatian publik. Tetapi Presiden tidak memaksakan diri untuk meluluskan putri tercintanya itu. “Teladan itu harus kita ikuti. Bupati, Walikota, Sekda, Kepala Dinas, Kepala BKD dan seluruh jajaran ASN harus siap dengan kenyataan itu,” tegasnya.

Yuddy menambahkan, semula banyak instansi yang masih akan menggelar tes kompetensi bidang (TKB). Tetapi dia menilai, di berbagai tempat TKB sering dimanfaatkan sebagai ajang KKN. Karena itu, Yuddy memutuskan,  instansi yang belum menggelar TKB sampai November 2014 tidak boleh malakukan TKB. “Untuk melaksanakan TKB harus mendapatkan izin dari Menteri PANRB,” tegasnya.

Diakui, dalam seleksi CPNS 2014 ini ada keterlambatan dari beberapa instansi dalam mengumumkan hasilnya.  Salah satunya, hal itu lantaran adanya afirmasi untuk beberapa daerah serta beberapa jabatan, seperti anak buah kapal misalnya. “Tetapi semua proses itu berjalan secara transparan dan harus sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan. Jadi masyarakat tak perlu khawatir dengan itu semua,” lanjut Yuddy.

Dalam pengarahannya, Menteri mengajak seluruh jajaran aparatur sipil negara untuk melakukan perubahan pola pikir dan budaya kerja, dari birokrat bermental priyayi menjadi birokrat yang melayani rakyat. Sebagai pelayan masyarakat, birokrat harus lebih dekat dengan rakyat. “Kalau dulu selalu duduk manis di belakang meja, sekarang saatnya untuk sering-sering terjun ke lapangan, mendekati dan berkomunikasi dengan rakyat,” ujar Yuddy.


Dengan cara seperti itu, yang banyak dikenal dengan istilah blusukan, birokrat akan lebih memahami persoalan yang harus diprioritaskan untuk segera diselesaikan. Kalau toh anggaran yang ada relatif kecil, bisa dikomunikasikan dan dicarikan jalan keluarnya bersama-sama. Selain itu, aparatur negara tidak boleh lagi bekerja hanya dalam kotak masing-masing, mengedepankan ego sektornya masing-masing. “Kini saatnya untuk meninggalkan ego sektoral. Kita harus bahu membahu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya

Blog, Updated at: 11:48:00 PM

0 komentar:

Post a Comment

---------------------------------

---------------------------------


Tanggal dan Waktu Saat Ini (Online)

---------------------------------

Statistik Pengunjung

---------------------------------

---------------------------------

Followers

----------------------------------

---------------------------------

CB