thumbnail

APLIKASI PENGOLAHAN NILAI NS DAN SKHU UNTUK SMP

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Minggu, 29 Maret 2015


Berikut ini saya sharrekan Aplikasi Pengolahan Nilai Sekolah dan SKHU 2015 Versi Revisi 3.00 berdasarkan masukan dari para pengunjung blog setia sehubungan pada Upload sebelumnya terdapat kesalahan penulisan rumus pada sheet SKHU. Aplikasi Olah Nilai dan SKHU serta Pengumuman Kelulusan ini sangat fleksibel, karena Anda dapat menentukan kriteria kelulusan sendiri, apakah Sekolah Anda akan menggunakan perbandingan Nilai Raport dengan nilai Ujian Sekolah 70:30; 60:40; 50:50 dan lainnya.
Blog, Updated at: 17.38.00
thumbnail

KHUSUS SKTP SEMESTER 1 SEKALIPUN HASIL PK GURU TIDAK DIENTRI OLEH PENGAWAS SKTP TETAP KELUAR

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Sabtu, 28 Maret 2015

Informasi yang disampikan melalui facebook resmi Info Pendataan Dikdas  disampaikan bahwa Khusus SKTP Guru Semester 1 Sekalipun Hasil PKG Tidak Dientri Oleh Pengawas SKTP Tetap Keluar  Hal ini sebabkan masih banyaknya hal yang perlu dibenahi terkait pelaksaan dan mekanisme PK Guru, mulai dari pengawas dan guru binaannya disekolah yang diawasi serta hal teknis lainnya. Pernyatan tersebut disampaikan oleh Tagor Alamsyah Harahap Staf P2TK Kemdikbud.
Blog, Updated at: 19.48.00
thumbnail

PENERIMAAN CPNS 2015 DARI HONORER K2 MASIH MENUNGGU PENERBITAN PP

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Jumat, 27 Maret 2015

Badan Kepegawaian Negara belum berani melangkah terkait kebijakan MenPAN-RB, Yuddy Chrisnandi yang akan memberikan kesempatan kepada honorer kategori dua (K2) berusia di atas 35 tahun untuk diprioritaskan dalam seleksi CPNS 2015.
Blog, Updated at: 19.50.00
thumbnail

APLIKASI PENGOLAHAN NILAI SEKOLAH DAN SKHU UNTUK SEKOLAH DASAR

Berikut ini saya sharrekan Aplikasi Pengolahan Nilai Sekolah dan SKHU 2015 yang fleksibel dalam menentukan kriteria kelulusan apakah Sekolah Anda akan menggunakan perbandingan Nilai Raport dengan nilai Ujian Sekolah 70:30; 60:40; 50:50 dan lainnya.


Sebagaimana diketahui berdasarkan Permendikbud No 5 Tahun 2015 dan POS UN 2015, Nilai Sekolah untuk SMP dan sederajat diperoleh sebagai gabungan antara nilai Ujian S/M dan nilai rata-rata rapor semester I, II, III, IV, dan V dengan pembobotan 30% sampai dengan 50% untuk nilai Ujian S/M dan pembobotan 50% sampai  dengan 70% untuk nilai rata-rata rapor.

Aplikasi yang Anda bisa download pada link di bawah ini adalah aplikasi VERSI TERBARU tertanggal 29 Maret 2015. Aplikasi ini sebagai penyempurnaan Aplikasi sebelumnya saya edit berdasarkan masukan dari para pengunjung blog setia. Bagi yang berminat untuk mempelajari aplikasi tersebut silahkan klik link download APLIKASI NILAI DAN SKHU VERSI REVISI 3.00 di bawah ini 
(BAGI ANDA YANG SUDAH MENDONWLOAD, JIKA TIDAK BISA MEMPERBAIKI SENDIRI MOHON UNTUK DOWNLOAD ULANG)




Bagi yang akan mengedit gunakan password aina22  atau mulyana22 (Pilih Salah Satu)

Blog, Updated at: 00.40.00
thumbnail

INGAT, SETELAH SELESAI UN TAHUN INI SELURUH SOAL WAJIB DIMUSNAHKAN SETELAH SATU BULAN

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Rabu, 25 Maret 2015

UJIAN NASIONAL 2015
Ujian Nasional SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA/SMAK/SMTK, SMALB, SMK/MAK yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran dan penilaian pencapaian standar kompetensi lulusan SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA/SMAK/SMTK, SMALB, SMK/MAK secara nasional meliputimata pelajaran tertentu.
Blog, Updated at: 09.09.00
thumbnail

METODE PENUGASAN ATAU METODE RESITASI

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Senin, 23 Maret 2015

Tugas merupakan refleksi kehidupan. Setiap orang dalam hidupnya sehari-hari tak terlepas dari tugas-tugas yang seyogyanya dikembangkan dalam kehidupan di sekolah sebagai persiapan memasuki dunia kerja yang penuh denan berbagai tugas kelak. Sebab barang tentu tugas yang diberikan adalah yang berhubungan dengan topic yang sedang dan atau dipelajarai. 
Blog, Updated at: 01.46.00
thumbnail

EVALUASI DIRI SEKOLAH DAN RENCANA KERJA SEKOLAH (RKS)

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Minggu, 22 Maret 2015

Berdasarkan  Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan dinyatakan bahwa sekolah harus membuat  Rencana Kerja Sekolah yang terdiri dari Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) dan Rencana Kerja Tahunan  (RKT).    RKJM  menggambarkan  tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu empat tahun, sedangkan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dicapai dalam kurun waktu tahunan. Permendiknas tersebut juga menyatakan bahwa RKT adalah rencana kerja tahunan  sekolah/madrasah  yang  berdasar  pada rencana kerja jangka menengah (empat tahunan) yang  dinyatakan  dalam  Rencana  Kegiatan  dan Anggaran  Sekolah/Madrasah  (RKA-S/M)  sebagai istilah lain dari Rencana Anggaran Penerimaan dan Belanja Sekolah/Madrasah (RAPB-S/M).
Blog, Updated at: 18.42.00
thumbnail

PENGELOLAAN KEUANGAN SEKOLAH

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Jumat, 20 Maret 2015

Berdasarkan PP Nomor 48  Tahun  2008  tentang  Pendanaan Pendidikan,  disebutkan bahwa ada 3 jenis biaya pendidikan, yaitu Biaya Satuan  Pendidikan,  Biaya Penyelenggaraan dan/atau  Pengelolaan  Pendidikan, serta  Biaya Pribadi  Peserta  Didik. 
Blog, Updated at: 21.36.00
thumbnail

PENGELOLAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

Pengelolaan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan yang paling utama mencakup pengelolaan Guru dan Pengelolaan Tenaga Administrasi, Tenaga Laboratorium dan Perpustakaan. Pengelolaan tenga guru harus mengacu pada UU tentang Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan  Dosen serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor  74  Tahun  2008 Tentang Guru.  Adapun pengelolaan Laboratorium Sekolah mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah. Pengelolaan Perpustakaan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah. Pengelolaan tenaga Administrasi mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah
Blog, Updated at: 08.53.00
thumbnail

PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH ATAU PTS

Pengertian / Definisi Penelitian Tindakan Sekolah PTS 
Penelitian Tindakan Sekolah atau PTS adalah penelitian yang dilaksanakan oleh kepala sekolah atau praktisi pendidikan PTS seperti pengawas sekolah untuk mempelajari efektivitas tindakan personil sekolah seperti staf tatausaha, agar peneliti dapat memperbaiki kesalahan yang bersangkutan dengan sebuah tidakan agar personil tersebut menjadi lebih profesional serta berdampak positif terhadap perbaikan pekerjaannya atau  dapat meningkatkan kinerja sekolah dalam berinovasi. 
Blog, Updated at: 08.49.00
thumbnail

PENELITIAN TINDAKAN KELAS ATAU PTK

Pengertian Penelitian Tindakan Kelas atau PTK

Beberapa ahli dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK)  masing – masing   memberikan definisi  di antaranya  yang dikemukakan oleh Stephen  Kemmis, seperti yang dikutip D. Hopkins, dalam bukunya yang berjudul A Teacher’s Guide the Classroom Action Research, Bristol, PA, Open University Press, 1993, halaman 44. menyatakan bahwa action research adalah: … A form of self reflective inquiri undertaken by participants in a social (including educational) situation in order improve the rationality and justice of (a)their own social or educational practices. (b) their understanding of these practices, and (c) the situations in which practices are carried out.
Blog, Updated at: 07.19.00
thumbnail

PENGELOLAAN PESERTA DIDIK

      A. Perencanaan dan Penerimaan Peserta Didik Baru
Dalam melakukan penyusunan agenda Perencanaan dan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang merupakan langkah awal dari proses penerimaan peserta didik. Langkah awal ini sangatlah penting, sebagai penentu kinerja sekolah pada masa yang akan datang.
Blog, Updated at: 06.58.00
thumbnail

PENYUSUNAN VISI DAN MISI SEKOLAH

A. Penyusunan Visi 
Visi  merupakan  keinginan  dan  pernyataan  moral  yang  menjadi dasar  atau  rujukan  dalam  menentukan  arah  dan  kebijakan pimpinan dalam membawa gerak langkah organisasi menuju masa depan  yang  lebih  baik,  sehingga  eksistensi/keberadaan  organisasi dapat  diakui  oleh  masyarakat. Visi  merupakan  gambaran  tentang masa  depan  (future)  yang  realistik  dan  ingin  diwujudkan  dalam kurun  waktu  tertentu. Ini  sejalan  dengan  pendapat  Akdon, yang menyatakan bahwa “Visi  adalah  pernyataan  yang  diucapkan  atau ditulis  hari  ini,  yang  merupakan  proses  manajemen  saat  ini  yang menjangkau masa yang akan datang” (2006:94). 
Blog, Updated at: 00.33.00
thumbnail

UNIT PRODUKSI DAN JASA SEKOLAH

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Kamis, 19 Maret 2015

Unit produksi dan jasa sekolah ialah suatu proses kegiatan usaha yang dilakukan sekolah/madrasah secara berkesinambungan, bersifat akademis dan bisnis  dengan  memberdayakan  warga  sekolah/madrasah dan lingkungan dalam bentuk unit usaha produksi/jasa  yang  dikelola  secara  profesional (Bambang Sartono, 2006). Karena unit produksi dan jasa sekolah adalah wadah kewirausahaan di sekolah maka ia harus dikelola secara akademis/bisnis dan dilembagakan dalam suatu wadah usaha.
Blog, Updated at: 22.37.00
thumbnail

KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN (INSTRUCTIONAL LEADERSHIP)

Pengaruh kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership) terhadap peningkatan hasil belajar siswa sudah tidak diragukan lagi. Sejumlah ahli pendidikan telah melakukan penelitian tentang pengaruh kepemimpinan pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar. Mereka menyimpulkan bahwa:  peningkatan hasil belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan pembelajaran. Artinya, jika hasil belajar siswa ingin dinaikkan, maka kepemimpinan yang menekankan pada pembelajaran harus diterapkan. Untuk lebih jelasnya, berikut dibahas tentang arti, tujuan, pentingnya kepemimpinan pembelajaran, butir-butir penting kepemimpinan pembelajaran, dan kontribusi kepemimpinan pembelajaran terhadap hasil belajar.
Blog, Updated at: 22.34.00
thumbnail

MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS)

Pengertian MBS
Manajemen berbasis sekolah (MBS) dapat diartikan sebagai model pengelolaan yang memberikan otonomi (kewenangan dan tanggungjawab) lebih besar kepada sekolah, memberikan fleksibilitas/ keluwesan keluwesan kepada sekolah, dan mendorong partisipasi secara langsung warga sekolah (guru, siswa, kepala sekolah, karyawan) dan masyarakat (orangtua siswa, tokoh masyarakat, ilmuwan, pengusaha, dan sebagainya.), untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan pendidikan nasional serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan otonomi tersebut, sekolah diberikan kewenangan dan tanggungjawab untuk mengambil keputusan-keputusan sesuai dengan kebutuhan, kemampuan dan tuntutan sekolah serta masyarakat atau stakeholder yang ada. (Catatan: MBS tidak dibenarkan menyimpang dari peraturan perundang-undangan yang berlaku).
Blog, Updated at: 19.25.00
thumbnail

SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH


Prasarana berkaitan dengan alat yang tidak langsung untuk mencapai tujuan dalam  pendidikan . misalnya : lokasi/tempat, bangunan  sekolah,lapangan  olahraga,  uang  dan sebagainya. Sedangkan sarana berarti  alat langsung  untuk mencapai  tujuan  pendidikan misalnya;  Ruang,  Buku, Perpustakaan, Laboratorium dan sebagainya. 
Blog, Updated at: 18.13.00
thumbnail

TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH

Permendiknas Nomor 24 Tahun 2008 berisi Standar Kompetensi  Tenaga  Administrasi  Sekolah,  isinya meliputi  Kompetensi  Pribadi,  Kompetensi  Sosial, Kompetensi  Teknis  Administrasi  Sekolah,  dan Kompetensi Manajerial Tenaga Administrasi Sekolah.
Blog, Updated at: 09.25.00
thumbnail

CARA CETAK S25A ATAU SURAT AJUAN KEAKTIFAN PTK KOLEKTIF PADAMUNEGERI

Berikut penjelasan Cara Cetak S25a atau Surat Ajuan Keaktifan PTK Kolektif dan Cara Cetak Kartu NUPTK pada Situs Padamu Negeri 2015- Adapun beberapa syarat yang harus dipenuhi agar kita dapat mencetak S25a yaitu sebagai berikut :
Blog, Updated at: 08.22.00
thumbnail

MEMAHAMI TIK DALAM PEMBELAJARAN SEBAGAI SALAH SATU KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH

Dalam dua dasawarsa terakhir ini, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mengalami perkembangan yang  amat  pesat  dan  secara  fundamental  telah membawa  perubahan  yang  signifikan  dalam percepatan  dan  inovasi  penyelenggaraan pendidikan di berbagai negara. Bahkan terdapat tekanan TIK yang sangat besar terhadap sistem pendidikan  secara  global  karena:  (i)  teknologi yang berkembang menyediakan kesempatan yang sangat besar untuk mengembangkan manajemen pendidikan dan proses pembelajaran di sekolah, (ii) hasil belajar siswa yang spesifik dapat diidentifikasi dengan  pemanfaatan  teknologi  baru  tersebut, dan (iii) TIK memiliki potensi yang sangat besar untuk mentransformasikan seluruh aspek di dalam pendidikan di sekolah dan memanfaatkan

A. Pengertian TIK

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi komunikasi mencakup segala hal yang berkaitan  dengan  penggunaan  alat  bantu  untuk memproses dan mentrasfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Karena itu, penguasaan TIK berarti kemampuan memahami dan menggunakan alat TIK secara umum termasuk komputer ( Computer literate) dan  memahami  informasi  ( Information  literate ).

Tinio  mendefenisikan  TIK  sebagai  seperangkat alat  yang  digunakan  untuk  berkomunikasi  dan menciptakan, mendiseminasikan, menyimpan, dan mengelola  informasi.  Teknologi  yang  dimaksud termasuk komputer, internet, teknologi penyiaran (radio dan televisi), dan telepon. UNESCO (2004) mendefenisikan bahwa TIK adalah teknologi yang digunakan untuk berkomunikasi dan menciptakan, mengelola dan mendistribusikan informasi. Defenisi umum  TIK  adalah  computer,  internet,  telepon, televise, radio, dan peralatan audiovisual.

B. Model Pengembangan TIK dalam Pendidikan
Sejarah  pemanfaatan  TIK  dalam  pendidikan, khususnya dalam pembelajaran sangat dipengaruhi oleh perkembangan prangkat keras TIK, khususnya komputer.  Teemu  Leinonen  (2005)  membagi  perkembangan tersebut kedalam 5 fase.
Fase pertama (akhir 1970an – awal 1980an) adalah fase programming, drill and practice. Fase ini ditandai dengan  penggunaan  perangkat  lunak  komputer yang menyajikan latiha-latihan praktis dan singkat, khususnya untuk mata pelajaran matematika dan bahasa. Latihan-latihan ini hanya dapat menstimulasi memori jangka pendek.

Fase kedua (akhir 1980an – awal 1990an) adalah fase  computer based training (CBT) with multimedia (latihan berbasis komputer dengan multimedia). Fase ini adalah era keemasan CD-ROM  dan  komputer  multimedia.  Penggunaan CD-ROM dan komputer multimedia ini diharapkan memberikan  dampak  signifikan  terhadap  proses pembelajaran, karena kemampuannya menyajikan kombinasi  teks,  gambar,  animasi,  dan  video. Konsep  pedagogis  yang  mendasari  kombinasi kemampuan ini adalah bahwa manusia memiliki perbedaan.  Sebagian  bias  belajar  dengan  baik kalau mempergunakan indra penglihatan, seperti menonton filem/animasi, sebagian lainnya mungkin lebih baik kalau mendengarkan atau membaca.

Fase ketiga (awal 1990an) adalah fase Internet-based training  (IBT) (latihan berbasis internet. Pada fase ini, internet digunakan sebagai media pembelajaran. Hanya  saja,  pada  saat  itu,  masih  terbatas  pada penyajian teks dan gambar. Penggunaan animasi, video dan audio masih sebatas ujicoba, sehingga dirasakan pemanfaatannya belum maksimal untuk dapat  menfasilitasi  pembelajaran. 

Fase  keempat (akhir 1990an – awal 2000an) adalah fase e-learning yang  merupakan  fase  kematangan  pembelajaran berbasis  internet.  Sejak  itu  situs  web  yang menawarkan e-learning semakin bertambah, baik berupa tawaran kursus dalam bentuk e-learning maupun paket LMS (learning management system ). Bahkan saat ini sudah cukup banyak paket seperti itu ditawarkan secara gratis dalam bentuk open source. Konsep pedagogik yang mendasari adalah bahwa pembelajaran membutuhkan interaksi sosial antara siswa dan siswa dan antara siswa dan guru. Dengan perangkat lunak LMS, siswa dapat bertanya kepada temannya atau kepada guru apabila dia tidak memahami materi yang telah dibacanya.

Fase kelima (akhir 2000) adalah fase  social software + free and open content. Fase ini ditandai dengan banyaknya bermunculan  perangkat  lunak  pembelajaran  dan konten pembelajaran gratis yang mudah diakses baik  oleh  guru  maupun  siswa,  yang  selanjutnya dapat  diedit  dan  dimanipulasi  sesuai  dengan kebutuhan. Konsep pedagogik yang mendasari fase ini adalah teori kontstruktivis sosial. Dalam konteks ini, pembelajaran melalui komputer terjadi tidak hanya menerima materi dari internet saja misalnya, tapi dimungkinkan dengan membagi gagasan dan pendapat.

Peranan TIK dalam pendidikan yang diuaraikan di atas  mengisyaratkan  bahwa  pengembangan  TIK untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah sesuatu yang mutlak. Dalam Renstra  Departemen  Pendidikan  Nasional  tahun 2005-2009,  program  pengembangan  TIK  bidang pendidikan akan dilaksanakan melalui tahap-tahap sebagai berikut.

1.  Tahap pertama meliputi (a) merancang sistem jaringan yang mencakup jaringan internet, yang menghubungkan sekolah-sekolah dengan pusat data dan aplikasi, serta jaringan internet sebagai sarana dan media komunikasi dan informasi di sekolah, (b) merancang dan membuat aplikasi database, (c) merancang dan membuat aplikasi manajemen  untuk  pengelolaan  pendidikan  di pusat, daerah, dan sekolah, dan (d) merancang dan  membuat  aplikasi  pembelajaran  berbasis web, multimedia, dan interaktif.

2.  Tahap kedua meliputi (a) melakukan implementasi sistem pada sekolah-sekolah di Indonesia yang meliputi pengadaan sarana/prasarana TIK dan pelatihan tenaga pelaksana dan guru dan (b) merancang dan membuat aplikasi pembelajaran.

3. Tahap  ketiga  dan  keempat  adalah  tahap memperluas  implementasi  sistem  di  sekolah-sekolah.

Penelitian tentang pengembangan TIK di negara-negara maju dan sedang berkembang menunjukkan bahwa sekurang-kurangnya ada empat pendekatan mengenai pemanfaatan TIK oleh sistem pendidikan dan sekolah. Keempat pendekatan ini merupakan tahapan kontinum, yang oleh UNESCO diistilahkan dengan pendekatan emerging, applying, infusing, dan transforming.

Pendekatan Emerging dicirikan dengan pemanfaatan TIK  oleh  sekolah  pada  tahap  permulaan.  Pada pendekatan ini, sekolah baru memulai membeli atau membiayai infrastruktur TIK, baik berupa perangkat keras maupun perangkat lunak. Kemampuan TIK guru-guru  dan  staf  administrasi  sekolah  masih berada pada tahap memulai eksplorasi penggunaan TIK untuk tujuan manajemen dan menambahkan TIK pada kurikulum. Pada tahap ini sekolah masih menerapkan  sistem  pembelajaran  konvensional, akan tetapi sudah ada kepedulian tentang bagaimana pentingnya penggunaan TIK tersebut dalam konteks pendidikan.

Pendekatan  Applying     dicirikan  dengan  sudah adanya pemahaman tentang kontribusi dan upaya menerapkan TIK dalam konteks manajemen sekolah dan  pembelajaran.  Para  tenaga  pendidik  dan kependidikan telah menggunakan TIK untuk tugas-tugas yang berkaitan d engan manajemen sekolah dan tugas-tugas berdasarkan kurikulum. Sekolah juga  sudah  mencoba  mengadaptasi  kurikulum agar dapat lebih banyak menggunakan TIK dalam berbagai mata pelajaran dengan piranti lunak yang tertentu.
Pendekatan  Infusing   menuntut  adanya  upaya untuk mengintegrasikan dan memasukkan TIK ke dalam  kurikulum.  Pada  pendekatan  ini,  sekolah telah  menerapkan  teknologi  berbasis  komputer di  laboratorium,  kelas,  dan  bagian  administrasi. Guru berada pada tahap mengeksplorasi cara atau metode baru di mana TIK mengubah pro duktivitas dan pekerjaan profesional mereka.

Pendekatan  Transforming   dicirikan  dengan adanya upaya sekolah untuk merencanakan dan memperbaharui organisasinya dengan cara yang lebih kreatif. TIK menjadi bagian integral dengan kegiatan pribadi dan kegiatan profesional sehari-hari.  Fokus  kurikulum  mengacu  pada  learner-centered  (berpusat  pada  peserta  didik)  dan mengintegrasikan  mata  pelajaran  dengan  dunia nyata.  TIK  diajarkan  sebagai  mata  pelajaran tersendiri dengan level profesional dan disesuaikan dengan  bidang-bidang  pekerjaan.  Sekolah sudah  menjadi  pusat  pembelajaran  untuk  para komunitasnya.

Dalam  konteks  belajar  mengajar  dan  kaitannya dengan  keempat  pendekatan  yang  disebutkan sebelumnya, terdapat pula 4 tahap yang berkaitan dengan  bagaimana  guru  dan  peserta  didik mempelajari dan menemukan percaya diri mereka dalam menggunakan TIK. Keempat tahap tersebut adalah  menemukan/mengenali  (discovering), belajar  bagaimana  (learning  how ),  mengerti bagaimana  dan  kapan  (understanding  how  and when),   dan  menjadi  ahli  (specializing)   dalam penggunaan perangkat TIK.


Sumber: Bahan Pembelajaran Diklat Penyiapan Calon Kepala Sekolah, Lembaga Pengembangan Dan Pemberdayaan Kepala Sekolah. Surakarta 2011

Label: Materi UKKS Online 2015
Ingin Mengetahui Materi Memahami Tik Dalam Pembelajaran Sebagai Salah Satu Kompetensi Kepala Sekolah (Klik disini

Kompetensi Kepala Sekolah Dalam Pengeloalaan Tenaga  Administrasi  Sekolah (klik disini)


Materi tentang Sarana dan Prasarana Sekolah (Klik Di sini)

Materi tentang MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (klik disini)


Materi tentang Unit Produksi dan Jasa Sekolah (Klik disini)

Materi tentang Kepemimpinan Pembelajaran (Klik disini)


Materi tentang Visi dan Misi Sekolah (klik disini)


Tentang Materi Kompetensi Pengelolaan Peserta Didik (klik disini)


Tentang Materi Penelitian Tindakan Kelas (klik disini)


Tentang Penelitian Tindakan Sekolah  atau PTS (klik disini)

Tentang Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (klik disini)



Kisi-kisi Uji Kompetensi Uji Pengawas Sekolah UKPS (klik disini)


Tentang Materi Pengelolaan Keuangan Sekolah (Klik Disini)

Info Materi dan Bentuk Soal UKKS (Klik disini)

Contoh Soal Latihan Uji Kompetensi Kepala Sekolah UKKS ONLINE (klik disini)

Tentang Materi Evaluasi Diri Sekolah / EDS dan Rencana Kerja Sekolah / RKS (Klik disini)

==================================================




Blog, Updated at: 01.09.00
thumbnail

PENDAFTARAN CALON PENDAMPING PROGRAM KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (PKSA) TAHUN 2015

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Senin, 16 Maret 2015

Dalam rangka pemerataan dan pembangunan yang berkeadilan tentang pelayanan kesejahteraan sosial dan perlindungan anak di Indonesia. Kementerian Sosial RI akan merekrut calon Satuan Bakti Pekerja Sosial Perlindungan Anak (Sakti Peksos PA) yang akan bertugas untuk melakukan pendampingan Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA).
Blog, Updated at: 00.04.00
thumbnail

PENGERTIAN SIKAP, UNSUR DAN CARA MENGUKUR SIKAP

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Minggu, 15 Maret 2015

Pengertian Sikap
Sikap merupakan persoalan krusial dalam pendidikan. Setinggi apapun pengetahuan dan keterampilan yang dihasilkan dari proses pembelajaran, tidak akan bermakna ketika orang tersebut tidak kecendrungan perilaku yang baik. Terlebih di mata masyarakat, keberhasilan pendidikan pada umumnya diukur dari Sikap seseorang.  
Blog, Updated at: 11.21.00
thumbnail

UNSUR-UNSUR DAN FUNGSI SIKAP

Sebagai lanjutan pembahasan tulisan saya terkait Pengertian Sikap, Unsur-unsur dan Fungsi  Sikap serta cara Mengukur Sikap. Berikut ini uraian tentang Unsur-unsur dan Fungsi Sikap .
Blog, Updated at: 11.19.00
thumbnail

PENGERTIAN SIKAP

Pengertian Sikap
Sikap merupakan persoalan krusial dalam pendidikan. Setinggi apapun pengetahuan dan keterampilan yang dihasilkan dari proses pembelajaran, tidak akan bermakna ketika orang tersebut tidak kecendrungan perilaku yang baik. Terlebih di mata masyarakat, keberhasilan pendidikan pada umumnya diukur dari Sikap seseorang.
Blog, Updated at: 11.15.00
thumbnail

MULAI 2016, PNS WAJIB BAYAR IURAN DANA PENSIUN

Pemerintah mulai awal tahun 2017 akan memberlakukan sistem baru pembayaran jaminan pensiunan dan jaminan hari tua PNS dan TNI/Polri seiring pelaksanaan UU No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).
Blog, Updated at: 02.54.00
thumbnail

Langkah-Langkah dan Sistematika Penyusunan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Sabtu, 14 Maret 2015

LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

(1) mengidentifikasi dan merumuskan masalah;
(2) menganalisis masalah;
(3) merumuskan hipotesis tindakan;
(4) membuat rencana tindakan dan pemantauannya;
(5) melaksanakan tindakan dan mengamatinya;
(6) mengolah dan menafsirkan data; dan
(7) melaporkan.
Blog, Updated at: 21.05.00
thumbnail

DOWNLOAD POS UN 2015 DAN PERMENDIKBUD NO 5 TAHUN 2015 TENTANG KRITERIA KELULUSAN

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Jumat, 13 Maret 2015

Setelah cukup lama menunggu diterbitkannya  Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Nasional akhirnya pemerintah secara resmi merilis POS UN 2015 sekaligus menerbitkan peraturan baru tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik, Penyelenggaraan Ujian Nasional, dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/ Madrasah/ Pendidikan Kesetaraan Pada SMP/MTs atau Yang Sederajat dan SMA/MA/SMK atau Yang Sederajat.
Blog, Updated at: 21.02.00
thumbnail

BERDASARKAN UU NO. 23 TAHUN 2014 TANGGGUNG JAWAB SMA/SMK DIBAWAH PEMERINTAH PROVINSI, SD/SMP BERADA DI BAWAH KABUPATEN KOTA

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Kamis, 12 Maret 2015

Berdasarkan UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah tanggung jawab pendidikan setingkat SD/SMP berada dalam lingkup pemerintah kabupaten -kota sedangkan Pemerintah Provinsi bertanggung jawab atas pendidikan setingkat SMA/SMK dan Pemerintah Pusat bertanggung jawab atas pendidikan tinggi.
Blog, Updated at: 21.44.00
thumbnail

KRITERIA PENERIMA TUNJANGAN FUNGSIONAL

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Senin, 09 Maret 2015

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan Juknis atau Petunjuk Teknis Pemberian Subsidi Tunjangan Fungsional Bagi Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil tahun 2015 (silahkan download pada klik disini).
Blog, Updated at: 01.02.00
thumbnail

JUKNIS PENYALURAN DAN PENCAIRAN SERTIFIKASI GURU PNS TAHUN 2015

Berdasarkan Petunjuk Teknis Penyaluran dan Pencairan Tunjangan Profesi Guru PNS Melalui Mekanisme Transfer Daerah Tahun 2015, Kriteria  guru  PNSD  penerima  tunjangan  profesi  melalui  mekanisme  transfer  daerah  adalah sebagai berikut.
1.  Guru  PNSD  yang  mengajar  pada  satuan  pendidikan  di  bawah  binaan  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Blog, Updated at: 00.41.00
thumbnail

JUKNIS PENYALURAN TUNJANGAN PROFESI MELALUI DIPA DIREKTORAT PEMBINAAN PTK PENDIDIKAN DASAR BAGI GURU NON PNS

Berdasarkan Juknis atau Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi Melalui DIPA Direktorat Pembinaan PTK Pendidikan Dasar bagi guru Non PNS, kriteria  penerima  tunjangan  profesi  melalui  DIPA Direktorat  Pembinaan  PTK  Pendidikan Dasar tahun 2015:
Blog, Updated at: 00.11.00
thumbnail

JUKNIS ATAU PETUNJUK TEKNIS PEMBERIAN BANTUAN BIAYA PENINGKATAN KUALIFIKASI AKADEMIK KE S-1/D-IV TAHUN 2015

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Minggu, 08 Maret 2015

Bantuan biaya peningkatan kualifikasi  akademik ke S-1/D-IV adalah  pemberian sejumlah dana dari Pemerintah kepada guru PNS dan bukan PNS yang berada di  bawah  binaan Kementerian Pendidikan dan  Kebudayaan pada semua jenjang pendidikan untuk  memperoleh  kualifikasi  akademik  Strata  satu  (S-1) atau  Diploma  empat  (D-IV).  Pemberian  dana  tersebut  tidak  dimaksudkan untuk membiayai seluruh keperluan studi.
Blog, Updated at: 23.46.00
thumbnail

JUKNIS TUNJANGAN KHUSUS (DASUS) TAHUN 2015

Tunjangan khusus (DASUS) adalah tunjangan yang diberikan kepada guru sebagai kompensasi atas kesulitan hidup yang dihadapi dalam melaksanakan tugas di daerah khusus. Tunjangan khusus ditujukan untuk mewujudkan amanat Undang-Undang Guru dan Dosen antara lain mengangkat martabat guru, meningkatkan kompetensi guru, memajukan profesi guru, meningkatkan mutu pembelajaran, dan meningkatkan pelayanan pendidikan yang bermutu.
Blog, Updated at: 23.26.00
thumbnail

TENAGA HONORER K2 DIBERI KESEMPATAN TES

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Sabtu, 07 Maret 2015

Pemerintah kembali membuka peluang bagi tenaga honorer K2 untuk menjadi CPNS melalui tes eks honorer K2 pada tahun 2015. Kesempatan itu ini disampaikan Menpan RB, Yuddy Chrisnandi. Menurut Menpan pemerintah akan memberikan kesempatan terakhir bagi eks tenaga honorer K2 (Eks K2) untuk mengikuti tes sekali lagi. "Pelaksanaannya secepatnya setelah lebaran. Sekitar Juli Agustus," ujarnya.
Blog, Updated at: 02.06.00
thumbnail

DOWNLOAD KISI-KISI UJI KOMPETENSI PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Jumat, 06 Maret 2015

Informasi dari BPSDMPK - PMP Kemdikbud dan LPMP akan dilaksanakan kegiatan Uji Kompetensi Pengawas dan Kepala Sekolah khusus naungan Kemdikbud se-Indonesia pada tanggal 23 - 28 Maret 2015. 
Blog, Updated at: 07.56.00
thumbnail

PELAKSANAAN DAN KISI-KISI UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH 2015



Informasi dari BPSDMPK - PMP Kemdikbud dan LPMP akan dilaksanakan kegiatan Uji Kompetensi Kepala Sekolah dan Pengawas khusus naungan Kemdikbud se-Indonesia pada tanggal 23 - 28 Maret 2015. 
Blog, Updated at: 02.50.00
thumbnail

DANA BANSOS BUKU SD DAN SMP 2014 YANG BELUM DIGUNAKAN DAPAT DIPERGUNAKAN MEMBELI BUKU KTSP

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Kamis, 05 Maret 2015

Berdasarkan Surat Edaran Direktorat Pendidikan Dasar Nomor 5693/C.C3/KR/2014 tentang Edaran Penggunaan Dana Bantuan  Sosial Buku SD dan SMP tertanggal 31 Desember 2014 dinyatakan bahwa dana Bantuan  Sosial  Buku yang sampai  dengan tanggal  31  Desember 2014 belum  dapat  direalisasikan  pembayarannya  kepada  penyedia disebabkan  penyedia belum mengirim/melengkapi buku  sesuai  pesanan,  maka  dana Bantuan  Sosial  dapat  digunakan  untuk membeli  buku siswa  dan  buku panduan  guru sesuai  dengan kurikulum  yang dipergunakan  oleh Satuan Pendidikan.
Blog, Updated at: 22.31.00
thumbnail

BANTUAN DANA PENULSAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) UNTUK GURU SD, SMP, SMA DAN SMK

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Rabu, 04 Maret 2015

Penyusunan karya tulis ilmiah ternyata merupakan salah satu permasalahan serius yang dihadapi oleh guru pada umumnya. Kurangnya penugasan dalam penyusunan karya tulis ilmiah pada saat calon guru masih masih duduk di bangku perguruan tinggi (pre-service training) menjadi salah satu alasan. Setelah lulus dari perguruan tinggi lebih dari separuh waktu kerja guru dialokasikan untuk kegiatan mengajar tanpa disertai kelengkapan melakukan penyusunan karya tulis ilmiah sebagai bagian dari tugas mereka. Penyelenggaraan program pelatihan (in service training) berkenaan dengan pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) belum disertai dengan pemberian kesempatan untuk melakukan praktek.
Blog, Updated at: 07.35.00
thumbnail

Contoh Dokumen 1 KTSP (SMP) Terintegrasi Pendidikan Karakter

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Minggu, 01 Maret 2015

Sehubungan adanya permintaan contoh Dokumen 1 KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang dalam penyusunannya telah mengintegrasikan Pendidikan Karakter. Berikut ini saya berikan contoh Dokumen 1 KTSP SMP Berintegrasi Pendidikan Karakter yang telah disusun oleh Tim Pengembang Kurikulum Propinsi pada saat Workshop Pengembangan Pendidikan Karakter yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan Sekolah Menengah Pertama.
Blog, Updated at: 02.23.00

Search Artikel

-----------------------------------------

-----------------------------------------

Statistik Blog

Pengikut

---------------------------------------

CB