GURU KEMBALI AKAN DI TES UJI KOMPETENSI (UKG) UNTUK KEBERLANJUTAN TUNJANGAN SERTIFIKASI

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Tuesday, June 30, 2015



Repotnya jadi guru, katanya guru hanya diurus dirjen GTK tapi kenapa SKTP mesti dikeluarkan P2TK. Lebih repot ketika GTK belum berstatemen,  P2TK sudah menyatakan rencana pemberian TPG melalui tiga alat ukur yaitu penilaian kinerja guru (PKG), pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB), dan uji kompetensi guru (UKG).  Rencana tersebut dikemukakan Plh Kepala Subdirektorat Program Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dikdas menyatakan  selain UKG ada tiga komponen yang akan diajdikan alat ukur pemberian tunjangan pofesi guru (TPG) yaitu penilaian kinerja guru (PKG), pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB), dan uji kompetensi guru (UKG)

Sebagaimana diinformasikan dalam jpnn.com. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah menyiapkan beberapa skenario dalam penentuan tunjangan sertifikasi atau profesi guru (TPG). Salah satu skema yang disiapkan adalah dengan tahapan uji kompetensi.


"Ada tiga komponen yang akan kami ukur yaitu penilaian kinerja guru (PKG), pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB), dan uji kompetensi guru (UKG)," kata Plh Kepala Subdirektorat Program Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dikdas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Tagor Alamansyah, Kamis (25/6).

Di awal tahun, lanjutnya, guru akan dinilai kompetensinya melalui UKG. Jika kompetensinya kurang, guru harus ke PKB. Setelah masuk PKB, kompetensi guru akan kembali diukur.

"Bagi guru yang memiliki peningkatan akan dihargai dengan kenaikan jenjang karir. Namun jika tidak, guru harus menyisihkan sebagian TPG yang diperolehnya untuk peningkatan kompetensi," bebernya.

Dalam skema Kemdikbud, pengembangan keprofesian berkelanjutan guru dilakukan berjenjang. PKB guru pertama (golongan IIIa-IIIb) fokus pada pengembangan diri sendiri, PKB guru muda (golongan IIIc-IIId) fokus pada pengembangan siswa, PKB guru madya (golongan IVa, IVb, IVc) fokus pada pengembangan sekolah. Dan PKB guru utama (golongan IVd-IVe) fokus pada pengembangan profesi.

Selain peningkatan kompetensi melalui PKB, Tagor mengungkapkan keberadaan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) dan kelompok kerja guru (KKG) bisa digunakan sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi guru. Lewat KKG atau MGMP, guru bisa memanfaatkan TPG yang diperolehnya untuk meningkatkan kompetensi.

"Dengan pengukuran seperti ini, tunjangan guru bukan lagi menjadi hak, melainkan kewajiban yang harus dilaksanakan guru. Artinya dengan TPG yang diberikan tersebut guru harus mampu mengembangkan kompetensi diri. Jika tidak, tunjangan tersebut akan dihentikan," pungkasnya

Sumber: jpnn.com









BACA INFORMASI PENTING LAINNYA

Blog, Updated at: 4:05:00 AM

4 komentar:

  1. dengan demikian di Negeri ini akan memiliki GURU yg berkualitas secara ADMINISTRATIF, tapi bodoh secara EDUKATIF (kbanyakan mikirin nasibnya di Administrasi, ketimbang mikirin nasib Siswa)

    ReplyDelete

---------------------------------

---------------------------------


Tanggal dan Waktu Saat Ini (Online)

---------------------------------

Statistik Pengunjung

---------------------------------

---------------------------------

Followers

----------------------------------

---------------------------------

CB