BENARKAH GURU YANG MENGAJAR KURANG DARI 20 SISWA PERKELAS TIDAK MENERIMA TPG?

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Tuesday, August 16, 2016

Guru yang mengajar kurang dari 20 siswa perkelas terancam tidak menerima tunjangan sertifikasi atau tunjangan profesi guru (TPG). Hal itu mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 17 Tahun 2016 yang menyatakan guru yang berhak menerima TPG adalah guru yang bertugas pada satuan pendidikan yang memiliki rasio peserta didik terhadap  guru  di  satuan  pendidikan  sesuai  ketentuan pasal 17 Peraturan  Pemerintah  Nomor 74 Tahun  2008  tentang Guru mulai tahun pelajaran 2016/2017.






Dalam Pasal 17  Peraturan  Pemerintah  Nomor 74 Tahun  2008  tentang Guru disebutkan bahwa:
(1)   Guru  Tetap  pemegang  Sertifikat  Pendidik  berhak mendapatkan  tunjangan  profesi  apabila  mengajar  di satuan pendidikan yang rasio minimal jumlah peserta didik terhadap Gurunya sebagai berikut: 
a.  untuk TK, RA, atau yang sederajat 15:1; 
b.  untuk SD atau yang sederajat 20:1;
c.  untuk MI atau yang sederajat 15:1;
d.  untuk SMP atau yang sederajat 20:1;
e.  untuk MTs atau yang sederajat 15:1;
f.  untuk SMA atau yang sederajat 20:1; 
g.  untuk MA atau yang sederajat 15:1; 
h. untuk SMK atau yang sederajat 15:1; dan
i.  untuk MAK atau yang sederajat 12:1.  

(2)   Menteri atau pejabat yang ditunjuk dapat menetapkan ketentuan rasio sebagaimana dimaksud pada ayat (1) secara khusus untuk pendidik yang bertugas pada:
a.  satuan pendidikan khusus;
b.  satuan pendidikan layanan khusus;
c.  satuan  pendidikan  yang  mempekerjakan  Guru berkeahlian khusus; atau 
d.  satuan  pendidikan  selain  huruf  a,  huruf  b,  dan huruf  c  atas  dasar  pertimbangan  kepentingan nasional.

Hal menarik dari Permendikbd No 17 Tahun 2016 adalah diakuinya tugas  tambahan  sebagai  narasumber nasional/instruktur  nasional/tim  pengembang/mentor  untuk guru pembelajar atau pelaksanaan diklat kurikulum, mengajar paling sedikit 12 (dua belas) jam tatap muka per minggu.

Selain itu, berdasarka Permendikbd No 17 Tahun 2016 juga dinyatakan bahwa Kepala  satuan  pendidikan  atas  persetujuan  Kepala  Dinas pendidikan  kabupaten/kota/provinsi  dapat  mengangkat  satu orang Kepala Perpustakaan pada jenjang SD, SMP, SMA, SMK yang sesuai dengan standar sarana dan prasarana;

Selain dapat mengangkat kepala perpustakaan, kepala  satuan  pendidikan SMP/SMA/SMK  atas  persetujuan  Kepala  Dinas pendidikan  kabupaten/kota/provinsi  dapat  mengangkat Kepala  Laboratorium, khusus pada satuan pendidikan SMP perlu dicermati tentang penugasan kepala laboratorium, karena berdasarkan Permendikbd No 17 Tahun 2016 untuk  jenjang SMP dapat mengangkat hanya satu orang  kepala  laboratorium  yang  membawahi  semua  pengelola laboratorium,  jenjang  SMA/SMK  dapat  mengangkat  kepala laboratorium/bengkel  sebanyak  jumlah  program  peminatan atau  program  keahlian  yang  ada  di  satuan  pendidikan tersebut.

Terkait jumlah  wakil  kepala  satuan  pendidikan, untuk   jenjang SMP  terkait  pembayaran  tunjangan  profesi  jumlah  wakil kepala  satuan pendidikan  minimal  1  (satu)  orang  wakil kepala  satuan  pendidikan  dan  maksimal  3  (tiga)  orang wakil kepala satuan pendidikan. Sedangkan untuk  jumlah  wakil  kepala  satuan  pendidikan  jenjang SMA/SMK terkait pembayaran tunjangan  profesi jumlah wakil  kepala  satuan  pendidikan  minimal  3  (tiga)  orang dan  maksimal  4  (empat)  orang  wakil  kepala  satuan pendidikan.


Jadi guru yang mengajar kurang dari 20 siswa perkelas terancam tidak menerima TPG? Mudah-mudahan ada kebijakan baru dari Kemendikbud baru.



= Baca Juga =



Blog, Updated at: 5:56:00 PM

3 komentar:

  1. Bapak,jangan lah sampai kebijakan guru yang mempunyai siswa kurang dari 20 itu terancam tidak menerima sertifikasi.artinya,guru itu belum tentu ia tidak mempunyai kompetensi dalam mengajar.jadi tidak konsekuen rasanya kalau guru yg mempunyai siswa kurang dari 20 tidak menerima sertifikasi,kami berharap kebijakan ini bisa di tinjau ulang lagi

    ReplyDelete
  2. Nyata-nyata tidak adil...
    bahwa kompetensi guru dinilai dari jumlah siswa.
    Setiap guru yang mengajar baik dengan jumlah siswa kurang dari 20 atau lebih dituntut memiliki kualifikasi pendidikan yang memadai sehingga memiliki kompetensi sebagai seorang pendidik.
    Saya rasa akan lebih adil kalau TPG dihapus saja supaya semakin banyak uang yang bisa dikorupsi...

    ReplyDelete
  3. Sebelumnya saya minta maaf. Kami sekolah swasta sangat keberatan pak, ini tidak adil, bagaimana kami bisa dapat koata seperti yang bapak inginkan, sementara sekolah negeri memperbanyak kelas dan jurusan serta jumlah siswa, sehingga sekolah swasta tidak dapat bagian siswa, coba bapak cek sekolah negeri setiap wilayah, dalam 1 kecamatan ada berapa sekolah negeri & swasta serta ada berapa jumlah siswanya, kemudian dibagi secara adil mungkin sekolah swasta bisa dapat jumlah siswa seperti yang diharapkan.
    Ada beberapa alasan menurut saya sekolah negeri memperbanyak siswa atau jurusan :
    1. Masalah syarat/jumlah jam untuk guru sertifikasi
    2. Makin banyak siswa/i, maka makin banyak dana bos yang masuk dan dikelola.

    Terimakasih. Wassalam

    ReplyDelete

---------------------------------

---------------------------------


Tanggal dan Waktu Saat Ini (Online)

---------------------------------

Statistik Pengunjung

---------------------------------

---------------------------------

Followers

----------------------------------

---------------------------------

CB