MEDIA PEMBELAJARAN

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Sunday, June 21, 2015



A.    Pengertian Media Pembelajaran
Menurut Arif Sadiman dkk (1993:7), media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.






Sedangkan Oemar Hamalik (1994:12), media pembelajaran merupakan alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antar guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. Hal ini senada dengan pendapat Rustiyah NK yang dikutip oleh Zakiah Darajat (1992:80), bahwa media pembelajaran adalah alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka meningkatkan efektivitas komunikasi dan interaksi edukatif antar guru dan siswa dalam proses pengajaran di sekolah.
Sedangkan Mudhofir  (1993: 81), bahwa media adalah sumber belajar, secara luas media dapat diartikan dengan manusia, benda atau pun peristiwa yang membuat kondisi siswa untuk lebih memungkinkan memperoleh pengetahuan keterampilan atau pun sikap.
Memang pada mulanya, media hanya berupa alat bantu mengajar yang hanya digunakan di dalam kelas. Namun dalam perkembangannya, media tidak cukup hanya digunakan di dalam kelas saja, akan tetapi dimungkinkan juga penggunaannya di luar kelas, dan hal ini berkaitan dengan istilah media pembelajaran (intruksional), yaitu:
“Kata intruksional mempunyai pengertian yang lebih luas daripada pengajaran. Jika kata pengajaran ada dalam konteks guru, murid di kelas (ruang) formal, pembelajaran atau intruksional mencakup pula kegiatan belajar mengajar yang tidak dihadiri guru secara fisik. Oleh karena itu, dalam instruction yang ditekankan adalah proses belajar, maka usaha-usaha yang terencana dalam memanipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi proses belajar dalam diri siswa kita sebut pembelajaran”.
Dari definisi-definisi tentang media pembelajaran seperti yang telah dikemukakan di atas, dapatlah ditarik pengertian pokok tentang media pembelajaran, yaitu:
a.       Media pembelajaran identik dengan peragaan.
b.      Media pembelajaran merupakan suatu sarana untuk terciptanya suatu proses belajar mengajar yang dapat menunjang efektivitas keberhasilan belajar siswa.
c.       Media pembelajaran tidak hanya digunakan dalam kelas saja, akan tetapi tidak menutup kemungkinan digunakan di luar proses belajar mengajar.

B.     Macam-macam Media Pembelajaran
Seiring dengan kemajuan teknologi, maka perkembangan media pembelajaran begitu cepat, di mana masing-masing media yang ada punya ciri-ciri dan kemampuan sendiri. Dari hal ini, kemudian timbul usaha-usaha penataannya yaitu pengelompokkan atau klasifikasi menurut kesamaan ciri-ciri atau karakteristiknya. Ciri-ciri umum dari media pembelajaran, adalah:
1.      Media pembelajaran identik dengan pengertian peragaan yang berasal dari kata “raga”, artinya suatu benda yang dapat diraba, dilihat dan didengar dan yang dapat diamati melalui panca indera.
2.      Tekanan utama terletak pada benda atau hal-hal yang dapat dilihat dan didengar.
3.      Media pembelajaran digunakan dalam rangka hubungan (komunikasi) dalam pengajaran antara guru dan siswa.
4.      Media pembelajaran adalah semacam alat bantu belajar mengajar, baik di dalam maupun di luar kelas.
5.      Media pembelajaran merupakan suatu “perantara” (medium, media) dan digunakan dalam rangka belajar.
6.      Media pembelajaran mengandung aspek, sebagai alat dan sebagi teknik yang erat pertaliannya dengan metode belajar.
7.      Karena itu, sebagai tindakan operasional, dalam buku ini digunakan pengertian “media pembelajaran”.6 Dari ciri-ciri yang dikemukakan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah sarana, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka mengidentifikasikan komunikasi dan interaksi antar guru dan siswa dalam proses pembelajaran di sekolah.
Taksomi media menurut Rudi Bretz sebagaimana dikutip oleh Arif Sadiman dkk(199:11-12) yang membagi ke dalam 8 klasifikasi, yakni:
1.      Media audio visual gerak.
2.      Media audio visual diam.
3.      Media audio semi gerak.
4.      Media visual gerak.
5.      Media visual diam.
6.      Media visual semi gerak.
7.      Media audio.
8.      Media cetak.

Sedangkan menurut Briggs, masih dalam buku Arif Sadiman (1993:20), bahwa terdapat 13 macam media, yaitu sebagai berikut:
1.      Obyek.
2.      Model.
3.      Suara langsung.
4.      Rekaman audio.
5.      Media cetak.
6.      Pembelajaran terprogram.
7.      Papan tulis.
8.      Media transparansi.
9.      Film rangkai.
10.  Film bingkai.
11.  Film.
12.  Televisi.
13.  Gambar.

Perkembangan pendidikan yang sangat pesat, berpengaruh pada perkembangan psikologi belajar dan sistem internasional. Keadaan tersebut, mendorong dan berakibat juga pada kemajuan teknologi pembelajaran dan penambahan baru pada media pembelajaran. Pemikiran-pemikiran dan penemuan baru itu, terjadi antara lain dalam penggunaan multi media dan pusat sumber belajar. Kedua media ini, dianggap sebagai suatu kemajuan besar dan mempunyai peranan yang penting dalam bidang media pembelajaran, yang berfungsi untuk menunjang pelaksanaan sistem intruksional yang lebih efektif.9
Menurut Oemar Hamalik, op. (1994:168) bila dilihat dari kedua media tersebut, maka akan dapat diutarakan berbagai hal yang berkaitan dengan kedua jenis media tersebut. Jenis yang pertama adalah multi media, dan yang termasuk dalam perangkat dari jenis media ini adalah:
a.       Gambar
b.      Slide
c.       Film strip
d.      Rekaman
e.       Transparan
f.       Video tape.10
Sedangkan media jenis yang kedua adalah pusat sumber belajar, sebagaimana pendapat Oemar Hamalik (1994:168), yaitu bahwa sumber adalah suatu sistem atau perangkat materi yang sengaja disiapkan atau diciptakan dengan maksud memungkinkan atau (memberi kesempatan) siswa belajar. Sumber belajar adalah semua sumber yang dapat dipakai oleh siswa (sendiri-sendiri atau bersama-sama dengan siswa lainnya) untuk memudahkan belajar. Pusat sumber adalah suatu tempat sebagai bagian dari suatu ruangan kamar sampai pada suatu kompleks bangunan yang disiapkan secara khusus dengan maksud penyimpanan dan penggunaan suatu kumpulan sumber-sumber, dalam bentuk tercetak dan tak tercetak. Belajar berdasarkan suatu sumber adalah sistem belajar yang terpusat pada siswa, diindividualisasikan dan sangat berstruktur yang menggunakan sepenuhnya sumber-sumber yang bermakna, yakni benda dan manusia, dalam rangka menciptakan  situasi belajar yang efektif. Pusat sumber belajar adalah suatu nama alternatif bagi suatu pusat pada sumber. Belajar dilakukan oleh individu. Dalam konteks pendidikan nasional, pusat sumber belajar pada hakekatnya adalah suatu institusi dalam lingkungan lembaga pendidikan yang berfungsi menyediakan dan melayani berbagai media untuk kepentingan proses belajar mengajar”. 11
Menurut AECT sebagaimana dikutip oleh Ahmad Rohani, (1991:155 – 156) mengklasifikasikan tentang sumber belajar media menjadi enam macam, yaitu:
a.       Message (pesan), yaitu informasi/ajaran yang diteruskan oleh komponen lain yang dalam bentuk gagasan, fakta, arti dan data. Termasuk dalam kelompok pesan adalah semua bidang studi/mata kuliah atau bahan pengajaran yang diajarkan kepada peserta didik, dan sebagainya.
b.      People (orang), yakni manusia yang bertindak sebagai penyimpan, pengolah dan penyaji pesan. Termasuk kelompok ini misalnya guru/dosen, tutor peserta didik dan sebaginya.
c.       Materials (bahan), yaitu perangkat lunak yang mengandung pesan untuk disajikan melalui penggunaan alat perangkat keras atau pun oleh dirinya sendiri. Berbagai program media termasuk media materials seperti transportasi, slide, film, audio, video, modul, majalah, buku dan sebagainya.
d.      Device (alat), yakni (suatu perangkat keras) yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang tersimpan dalam bahan, misalnya OHP, slide, video, tape recorder, dan sebagainya.
e.       Technique (teknik), yaitu prosedur atau acuan yang dipersiapkan untuk penggunaan bahan, peralatan, orang, lingkungan untuk menyampaikan pesan. Misalnya pengajaran terprogram/modul, simulasi, demonstrasi, tanya jawab, CBSA, dan sebagainya.
f.       Setting (lingkungan), yaitu situasi atau suasana sekitar di mana pesan disampaikan. Baik lingkungan fisik ruang kelas, gedung sekolah, perpustakaan, laboratorium, taman, lapangan, dan sebagainya. Juga lingkungan non fisik, misalnya suasana belajar itu sendiri, tenang, lelah, ramai dan sebagainya.
Media pembelajaran kalau dilihat dari sudut pandang yang lebih luas, maka tidak hanya terbatas ada alat-alat audio visual saja yang dapat dilihat dan dapat didengar, melainkan sampai pada kondisi pribadi siswa dan tingkah laku guru, media pembelajaran dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

1.      Bahan-bahan cetakan atau bacaan (supplementary materials), berupa bahan bacaan seperti: buku, komik, koran, majalah, bulletin, pamphlet dan lain-lain. Bahan-bahan ini lebih mengutamakan kegiatan bacaan dan menggunakan simbol-simbol kata atau visual.

2.      Alat-alat audio-visual, alat-alat yang tergolong ke dalam kategori ini, terdiri atas:
a)      Media pembelajaran tanpa proyeksi, seperti papan tulis. Papan tempel, papan flannel, bagan, diagram, grafik, poster, kartun, komik, gambar.
b)      Media pembelajaran tiga dimensi, alat-alat yang tergolong kepada kategori ini terdiri model benda asli, contoh, benda tiruan, diaroma, boneka, topeng, ritatun, lembar balik, peta, globe, pameran dan museum sekolah.
c)      Media pembelajaran yang menggunakan teknik atau mesinal, alat-alat yang tergolong dalam kategori ini antara lain, slide, film, setrip, kaset rekaman, radio, televisi, laboratorium elektronik, perkakas oto instruktif, ruang kelas otomatis, sistem interkomunikasi dan komputer.

3.      Sumber-sumber masyarakat berupa obyek-obyek peninggalan sejarah, dokumentasi, bahan-bahan makalah dan sebagainya. Dari berbagai bidang meliputi daerah penduduk, sejarah, jenis kehidupan, mata pencaharian, industri, perbankan, perdagangan, pemerintah, kebudayaan, politik dan lain-lain. Untuk mempelajari hal tersebut, diperlukan berbagai metode yakni, karya wisata, manusia, sumber, survey, berkemah, pengambilan sosial kerja pengalaman dan lain-lain.

4.      Kumpulan benda-benda (materials collection), berupa benda atau barang-barang yang dibawa dari masyarakat ke sekolah untuk dipelajari seperti, potongan kaca, potongan sendok, daun, benih, bibit, bahan kimia, dan lain-lain.

5.      Contoh-contoh kelakuan yang dicontohkan oleh guru, meliputi semua contoh kelakuan yang dipertunjukkan oleh guru sewaktu mengajar, misalnya, dengan tangan, dengan kaki, gerakan badan, mimik dan lain-lain. Peragaan yang tergolong dalam kategori ini tak mungkin kita sebutkan satu-satu, karena sangat banyak macamnya dan sangat tergantung kepada kreasi dan inisiatif pribadi guru sendiri, tetapi pada pokoknya jenis media ini hanya dapat dilihat, didengarkan, dan ditiru oleh siswa.




C.    Fungsi Dan Tujuan Media Pembelajaran
1.      Fungsi Media Pembelajaran
Pada dasarnya, media adalah sebagai alat komunikasi yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Sebagai alat komunikasi, media tidak lepas dari tujuan dan alat fungsinya, maka sesungguhnya sebagai media komunikasi mempunyai fungsi yang luas di antaranya:
a.      Fungsi edukatif media komunikasi, yakni bahwa setiap kegiatan media komunikasi mengandung sifat mendidik karena di dalamnya memberikan pengaruh pendidikan.
b.      Fungsi sosial media komunikasi, media komunikasi memberikan informasi aktual dan pengalaman dalam berbagai bidang kehidupan sosial orang.
c.      Fungsi ekonomis media komunikasi, media komunikasi dapat digunakan secara intensif pada bidang-bidang pedagang dan industri.
d.      Fungsi politis media komunikasi, dalam bidang politik media komunikasi dapat berfungsi terutama politik pembangunan baik material maupun spiritual.
e.      Fungsi seni dan budaya media komunikasi, perkembangan ke bidang seni dan budaya dapat tersebar lewat media komunikasi.
Dan seperti telah dikemukakan di atas, bahwa media identik dengan keperagaan, sebagai alat peraga media mempunyai fungsi seperti pernyataan Nana Sudjana (1995:1991), bahwa ada enam fungsi dari alat peraga dalam proses belajar mengajar, yaitu:
a.       Penggunaan alat peraga dalam proses belajar mengajar bukan merupakan fungsi tambahan tapi mempunyai fungsi tersendiri sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar yang efektif.
b.      Penggunaan alat peraga merupaka bagian yang integral dari keseluruhan situasi mengajar. Ini berarti bahwa alat peraga merupakan salah satu unsur yang harus dikembangkan oleh guru.
c.       Alat peraga dalam pengajaran penggunaannya integral dengan tujuan dan bahan pengajaran. Ini berarti bahwa penggunaan alat peraga harus melihat kepada tujuan dan bahan pelajaran.
d.      Penggunaan alat peraga dalam pengajaran semata-mata alat hiburan, dalam arti digunakan bahwa sekedar melengkapi proses belajar supaya lebih menarik perhatian siswa.
e.       Penggunaan alat peraga dalam pengajaran lebih diutamakan siswa dalam menangkap pengertian yang diberikan oleh guru.
f.       Penggunaan alat peraga dalam pengajaran diutamakan untuk mempertinggi mutu belajar mengajar, dengan perkataan lain menggunakan alat peraga hasil belajar yang dicapai akan tahan lama diingat oleh siswa.
Oleh karena itu, dalam hal penggunaan alat peraga, guru harus mampu menggunakan jenis alat peraga apa saja semaksimal mungkin, termasuk juga melakukan percontohan di depan kelas misalkan tentang salah satu gerakan sholat dalam hal ini guru memberikan contoh langsung kepada siswa, sehingga siswa dapat lebih mudah memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru tersebut.
Dari uraian di atas, jelaslah bahwa fungsi media pembelajaran sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan yang telah ditetapkan dalam pendidikan.

2.      Tujuan Media Pembelajaran
Media pembelajaran sebagai suatu media komunikasi antara guru dan siswa dalam pengajaran, sudah barang tentu sangat erat kaitannya dengan kegiatan proses belajar mengajar. Oleh karena itu, jelaslah bahwa tujuan belajar mengajar sangat penting bagi media pembelajaran, dalam hal:
a.       Tujuan pengajaran menentukan arah yang hendak dicapai oleh media pembelajaran.
b.      Tujuan pengajaran menentukan alat/atau media pembelajaran apa yang akan digunakan.
c.       Tujuan pengajaran menentukan proses, metode, dan media pembelajaran apa yang akan digunakan oleh guru dalam membimbing kegiatan belajar siswa.
d.      Tujuan pengajaran menentukan proses kegiatan komunikasi pendidikan sekolah.
e.       Tujuan pengajaran menentukan teknik penilaian terhadap penggunaan media pembelajaran.
f.       Tujuan pengajaran menentukan arah dan kebijakan yang ditempuh dalam administrasi media pembelajaran di sekolah.16
Oleh karena itu, maka tujuan pendidikan dan pengajaran harus dirumuskan secara jelas, terarah, sistematis, dan maksimal, sehingga dari tujuan itu dapat menentukan terhadap pemilihan, penggunaan, produksi, penilaian, dan pengelolaan (administrasi) media pembelajaran yang tepat di sekolah.

Sumber Bacaan:

Arif Sadiman (1993) Media Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada
Mudhofir, (1993) Teknologi Intruksional, Bandung: Remaja Rosda Karya
Nana Sudjana (1995), Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algensindo
Oemar Hamalik (1994) Media Pendidikan, Bandung: Citra Adtya Bakt
Zakiah Darajat (1992) Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara











= Baca Juga =



Blog, Updated at: 1:55:00 AM

2 komentar:

  1. makasih uraian materi pembelajarannya.

    ReplyDelete
  2. Informasinya sangat bermanfaat sebagai referensi dan pengembangan profesionalisme guru. Mudah-mudahan para guru di Indonesia semakin profesional dan semakin meningkat kinerjanya. Guru yang baik adalah guru yang memiliki kinerja baik. Kinerja yang baik salah satu didukung oleh pengetahuan tentang profesinya. Terima kasih.

    ReplyDelete

---------------------------------

---------------------------------


Tanggal dan Waktu Saat Ini (Online)

---------------------------------

Statistik Pengunjung

---------------------------------

---------------------------------

Followers

----------------------------------

---------------------------------

CB