KEMAMPUAN BERTANYA PADA SISWA

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Tuesday, April 17, 2012



A. Pengertian Bertanya
Menurut Poerwadarminta dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia  (1985: 1017) “ Bertanya merupakan proses meminta ketarangan atau penjelasan “. 
Sedangkan menurut Munandar ( 1988: 117 )  mengatakan bahwa :
 Bertanya dapat diartikan sebagai keinginan mencari informasi yang belum diketahui . Sehingga jika bertanya adanya pada kondisi pembelajaran maka bertanya merupakan proses meminta ketarangan atau penjelasan untuk mendapatkan informasi yang belum diketahui dalam pembelajaran yang sedang berlangsung .





Sedangkan depdikbud (1994: 17) mengemukakan bahwa  bertanya timbul bila sesuatu tidak jelas dan mendorong seseorang berusaha untuk memahaminya.
Laksmi (http//smpn2.sumnep.go.id) mengemukakan bahwa: pembelajaran siswa terletak pada asumsi belajar akan berlanjut pada tingkat yang lebih tinggi atau suatu kompleksitas jika siswa selalu bertanya.
Latar belakang budaya menyebabkan siswa tidak terbiasa mengajukan pertanyaan, padahal pertanyaan dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk mengemukakan gagasan. Gagasan gagasan pada siswa akan muncul bila dalam proses belajar mengajar dimana guru menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa belajar dengan aman, tentram dan nyaman.
Dari segi proses, kemauan bertanya akan muncul apabila sesorang memiliki motif  ingin tahu. Pemenuhan rasa ingin tahu memerlukan kondisi yang aman, sehingga tugas gurulah yang harus menciptalan kondisi yang aman tersebut dengan cara menciptakan iklim interaksi tanya jawab secara menyenangkan dalam pemeblajaran.

2.2.2  Bentuk-bentuk Kemampuan Bertanya
Dalam kesehariannya kita selalu mengenal berbagai macam bentuk bertanya. Dilihat dari jawaban yang diharakan ada dua macam bentuk bertanyan, yaitu bertanya tingkat rendah dan bertanya tingkat tinggi.
Bertanya tingkat rendah, biasanya hanya ingin mengetahui sesuatu hal yang bersifar pengetahuan, misalnya menggunakan kata tanya : apa, siapa, dimanakapan (Yuliana; 1998: 65).
Sedangkan Kemampuan bertanya tingkat tinggi diperlukan dalam membaca kritis, ketika seseorang tidak hanya membatasi diri pada soal mengerti dan mengingat keterangan yang ada, tetapi juga menilai bahan yang dibaca. Pada tahap kemampuan bertanya siswa menggunakan pertanyaan tingkat tinggi. Dimana pertanyaan tersebut berupa pertanya sintesa (synthesis Question) dan pertanyaan analisis (Analysis Question) serta pertanyaan Evaluasi (Evaluation Qustion).
Pertanyaan analisis yaitu pertanyaan yang dapat menggali kemampuan untuk memecahkan masalah, menguraikan, membuat diagram, membeda-bedakan, memisahkan, mengidentifikasi, menggambarkan, menarik kesimpulan, membuat garis besar, menunjukan, menghubungkan, memilih, memisahkan dan memerinci.
Pertanyaan  sintesa yaitu pertanyaan yang dapat menggali kemampuan mengolong-golongkan, menggabungkan, menghimpun, menyusun, mencipta, mencipta rencana, merancang, menjelaskan, membangkitkkan, membuat modifikasi, mengorganisir, merencanakan, menyusun kembali, mengkonstruksikan, menghubungkan, mengorganisir kembali, menyempurnakan, menceritakan, mneulis, membaca, melaporkan, memilih, ikut serta, berkarya, dan mempelajari.
Sedangkan pertanyaan evaluasi dapat menggali kemampuan menilai, membandingklan, menyimpulkan, mengkritik, memberikan, membedakan, menjelaskan, mempertimbangkan kebenaran, menghubungkan, menyimpulkan, menyokong atau mendukung.


Silahkan Baca Info Pembelajaran Lainnya















































= Baca Juga =



Blog, Updated at: 1:05:00 AM

1 komentar:

---------------------------------

---------------------------------


Tanggal dan Waktu Saat Ini (Online)

---------------------------------

Statistik Pengunjung

---------------------------------

---------------------------------

Followers

----------------------------------

---------------------------------

CB