Suksekan Pelaksanaan UN SMA/SMK/MA dan Paket C tanggal 14 – 16 April 2014, serta Pelaksanaan UN SMP/MTS dan Paket B tangal 5 – 8 Mei 2014

GAYA BELAJAR SISWA

Posted by Aina Mulyana Jumat, 25 Januari 2013 0 komentar
Salah satu prinsip utama pembelajaran, misalnya menurut Quantum Learning, adalah membuat siswa nyaman belajar. Untuk itu, perlu diciptakan suasana lingkungan yang nyaman (comfort zone) siswa. Salah satu cara yang dapat ditempuh kenyamanan pada siswa adalah merancang proses belajar mengajar yang sesuai dengan gaya belajar siswa. Gaya belajar merupakan kunci untuk mengembangkan kinerja dalam pekerjaan, di sekolah, dan dalam situasi antarpribadi.
Di beberapa sekolah dasar dan lanjutan di Amerika, para guru menyadari bahwa para siswa mempunyai cara yang optimal dalam mempelajari informasi baru. Mereka menyadari bahwa beebrapa murid perlu diajari dengan cara yang lain dan metode-metode standar. Jika diajari dengan metode standar, kemungkinan kecil murid-murid ini dapat berhasil. Pengetahuan tentang gaya belajar ini telah membantu banyak guru untuk mengantarkan siswanya mampu balajar.


Baca Selengkapnya ....

TEORI DAN MODEL MENGAJAR

Posted by Aina Mulyana 0 komentar
Mengenai teori mengajar, dapat disebutkan sedikitnya ada tiga teori, yaitu menurut Bruner, Ausabel dan Gagne. Berikut ini akan dikemukakan ketiga teori tersebut. Menurut Bruner, mengajar adalah menyajikan konsep dan masalah secara bertahap, yaitu enaktif (gerak), ekonik (deskripsi visual) dan simbolik (deskripsi verbal). Mengajar adalah upaya menguraikan (a) pengalaman belajar, (b) cara mengorganisasikan, (urutan hal pokok secara sistematis. dan (d) prosedur penggunaan penguatan. Tahap-tahapnya enaktif, ekonik dan simbolik.
Menurut Ausabel, mengajar adalah upaya membuat struktur sesuatu yang dipelajari agar mudah dipahami. Ada tiga konsep advance organizer, kebermaknaan, dan belajar bermakna Advance organizer adalah menguraikan garis besar materi baru yang dikaitkan dengan yang sudah diketahui atau mengawali uraian rinci materi baru. Jadi dengan advance organizer, siswa memperoleh gambaran yang bulat antara yang sudah diperoleh dengan yang akan diperoleh. Kemudian, guru menumbuhkan kebermaknaan logik dan psikologik. Belajar bermakna adalah dimilikinya kesiapan belajar karena telah memahami hakiki substansial dan hakiki kebutuhan individual yang sedang dan akan dipelajari.


Baca Selengkapnya ....

BEBERAPA REFERENSI HASIL PENELITIAN TENTANG GAYA BELAJAR, CARA BELAJAR, MINAT, MOTIVASI, PERSEPSI SISWA, DISIPLIN SISWA, SIKAP, PRESTASI DAN HASIL BELAJAR DALAM BENTUK ABSTRAK ATAU RANGKUMAN HASIL PENELITIAN SKRIPSI, TESIS DAN DISERTASI

Posted by Aina Mulyana Jumat, 18 Januari 2013 0 komentar
1.  Pengaruh Strategi Pembelajaran Matematika Realistik dan Motivasi Berprestasi terhadap Prestasi Belajar dan Sikap Siswa pada Bidang Studi Matematika. (Disertasi) oleh Dimyati Dimyati
ABSTRAK
Dimyati, 2012. Pengaruh Strategi Pembelajaran Matematika Realistik dan Motivasi Berprestasi terhadap Prestasi Belajar dan Sikap Siswa pada Bidang Studi Matematika. Disertasi, Program Studi Teknologi Pembelajaran. Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Punaji Setyosari, M.Pd, M.Ed, (II) Prof.Dr.I Nyoman Sudana Degeng, M.Pd, (III) Dr.H. Sulton, M.Pd
Kata kunci: pembelajaran matematika realistik (PMR), motivasi berprestasi, prestasi belajar, sikap siswa.


Baca Selengkapnya ....

MENCARI LUAS DISTRIBUSI NORMAL STANDAR DENGAN EXCEL

Posted by Aina Mulyana 0 komentar
Menghitung atau menentukan  luas distribusi normal standar sampai saat ini masih belum ditemukan dalam program Excel, tidak seperti nilai kritis distribusi t yang dicari dengan menulis/mengetik =TINV(Probability,df), atau yang lainnya.
Untuk membantu rekan-rekan yang membutuhkan cara cepat untuk mengetahui nilai luas distribusi normal, terutama  bagi rekan-rekan yang mengadakan pengujian Normalitas Galat Taksir dengan Uji Liliefors atau lainnya saya berikan aplikasi cara cepat mengetahui nilai luas distribusi normal tanpa harus melihat tabel luas distribusi normal standar. Aplikasi tersebut dapat di DOWNLOAD DI SINI.


Baca Selengkapnya ....

LANGKAH-LANGKAH PERHITUNGAN ANOVA DUA JALAN 2x2 DENGAN SPSS

Posted by Aina Mulyana Kamis, 17 Januari 2013 0 komentar
Contoh data:

Buku program SPSS                                                            
Masukan data di atas seperti contoh berikut ini


Caranya input data pada lembaran/sheet data view,  Sedangkan nama variabel seperti Nilai, FaktorA dan Faktor B pada lembaran/sheet variabel view pada kolom name, kolom yang lain dibiarkan saja kecuali variabel decimal boleh diganti sesuai dengan data yang kita inginkan, misalnya 2 atau 3 decimal dibelakang koma.
Selnjutnya Klik ANALIS -> GENERAL LINEAR MODEL -> UNIVARIATE
Pada kotak dialog isi
Kolom dependen dengan variabel NILAI
Kolom Fixed Factorial dengan FaktorA dan FaktorB
Lihat contoh:

Klik Oke. Silahkan Analisis Hasilnya
Sumber Varian
SS
Dk
MS
F HITUNG
F TABEL
Faktor A
26.450
1
26.450
21.160
4.493
Faktor B
0.050
1
0.050
0.040
4.493
Faktor AB
0.050
1
0.050
0.040
4.493
Inter
20.000
16
1.250









Contoh Analisis
Ho = Tidak terdapat perbedaan prestasi yang berarti antara siswa yang belajar dengan menggunakan metode diskusi dan media LKS dengan siswa yang tidak menggunakan metode diskusi dan media LKS.
Ha = Terdapat perbedaan prestasi yang berarti antara siswa yang belajar dengan menggunakan metode diskusi dan media LKS dengan siswa yang tidak menggunakan metode diskusi dan media LKS.
Ketentuan Uji : jika F hitung lebih kecil atau sama dengan F tabel maka H0 diterima
Berdasarkan data tersebut di atas diketahui bahwa Fhitung = 0.040 sedangkan Ftabel=4.493 dengan demikian Ho diterima atau tidak terdapat perbedaan prestasi yang berarti antara siswa yang belajar dengan menggunakan metode diskusi dan media LKS dengan siswa yang tidak menggunakan metode diskusi dan media LKS.
Contoh 2
Ho = Tidak terdapat perbedaan prestasi yang berarti antara siswa yang belajar dengan menggunakan metode diskusi dengan siswa yang tidak menggunakan metode diskusi.
Ha = Terdapat perbedaan prestasi yang berarti antara siswa yang belajar dengan menggunakan metode diskusi dengan siswa yang tidak menggunakan metode diskusi.
Berdasarkan data di atas F hitung = 21.160 dengan demikian Ho ditolak atau Ha diterima dengan demikian terdapat perbedaan prestasi yang berarti antara siswa yang belajar dengan menggunakan metode diskusi dengan siswa yang tidak menggunakan metode diskusi.

Baca Selengkapnya ....

MENGHITUNG PERSAMAAN REGRESI DENGAN SPSS

Posted by Aina Mulyana Kamis, 10 Januari 2013 0 komentar
Pertama-tama buka program SPSS. Kemudian masukkan semua data hasil penelitian pada  pada "data view". Lihat contoh berikut ini:

Kemudian klik pada "variable view". Pada "Name" masukkan nama variable (supaya lebih akurat nama variabel diisi dengan variable X atau X1, X2 dan seterusnya dan Variabel Y untuk variabel dependen atau terikat).
Pada "Decimals" bisa di ubah sesuai dengan keinginan. Bisa memakai 2 desimal atau  3 desimal maka semua saya ubah menjadi 3. Sedangkan kolom yang lain abaikan saja. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat contoh pada gambar berikut :
Setelah semua sudah diisi, dan datanya pastikan sudah benar (untuk mencek kebenarannya klik lagi pada Data View maka pada var akan berubah namanya sesuai dengan data variabel kita). Lihat contoh di bawah ini
Selanjutnya  Klik analize>regression>linear
Akan muncul jendela "Linear Regression". Masukkan variabel sesuai dengan data anda. Biasanya untuk dependent diisi dengan varibel Y. sedangkan independen diisi dengan variabel X, X1, X2 dan lainnya (Bisa satu variabel saja, mislanya X1 untuk analisis regresi tunggal atau bisa sekaligus dua/tiga variabel untuk analisis ganda, mis X1, X2. Selanjutnya Klik tanda berbentuk seperti "panah" untuk memasukkannya ke dalam kolom data. Contohnya sebagai berikut:
Klik "OK" untuk segera memproses data.
Dan akan muncul jendela baru atau Output. Data yang tertera disitulah yang akan menjadi dasar analisis kita.
Contoh sebagian Output yang ditampilkan dan yang banyak digunakan sebagai dasar analisis:

Berdasarkan data tersebut:
 (1)   Koefisien a dengan rumus:
 (2)   Koefisien b dengan rumus:
Dengan demikian persamaan regresi itu adalah:

Baca Selengkapnya ....

UJI BEDA PARAMETRIK DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM SPSS

Posted by Aina Mulyana Sabtu, 05 Januari 2013 0 komentar
Dalam tulisan ini  ada dua jenis uji beda, yakni  Uji T untuk Dua Sampel Bebas dan Uji T Berpasangan 
a. Uji T untuk Dua Sampel Bebas 
Tujuannya  untuk  mengetahui  perbedaan  akibat  perlakuan  yang diberikan  kepada  sampel  melalui pengukuran  variabel  penelitian. Syaratnya yaitu menggunakan dua sampel yang tidak saling berhubungan dan kondisi data memenuhi persyaratan uji parametric yakni berditribusi normal
Contoh Data

Selanjutnya data diinput dalam program SPSS disesuaikan dengan bentuk data yang harus dimasukkan  ke  lembar  kerja  SPSS,  kecuali  penomoran responden  harus terus  ke  bawah. 
Menentukan uji statistik 
·    Jenis  permasalahan.  Yang  ingin  dipecahkan  dalam  kasus  di  atas adalah  perbedaan  akibat  perlakuan  yang  diberikan  kepada  subjek penelitian.  Ini  berarti  masuk  ke  dalam  uji  komparasi  atau  uji  beda. Dilihat  dari  banyaknya  sampel  yang  digunakan  termasuk  ke  dalam  uji beda  2  sampel  yaitu  kelompok  kontrol  atau  kelas  tradisional  (A)  dan kelas  dengan  metode  baru  (B).  Kedua  sampel  tidak  saling berhubungan  atau  mempengaruhi  jadi  uji  yang  digunakan  adalah  uji beda 2 sampel yang tidak saling berhubungan.
·        Kondisi  data.  Untuk  menentukan  mana  yang  digunakan  diantara  uji parametrik dan non parametrik, kondisi  data harus  diperiksa. Caranya:
1.   Langkah  pertama,  periksa  jenis  data.  Data  diperoleh  dari  hasil pengukuran  pemahaman  peserta  terhadap  materi  tertentu (achievement test). Data ini termasuk jenis interval karena kita tidak bisa mengatakan peserta dengan nilai 90 memiliki pemahaman 1,5 X dari peserta dengan nilai 60. 
2.       Langkah  kedua,  menguji  normalitas  distribusi  data  sampel  dengan menghitung  rasio skewness  yang  ternyata  bernilai  –0,74  (data  nilai dengan  metode  tradisional)  dan  0,74  (data  nilai  dengan  metode baru). Walaupun histogram kedua data tidak terlalu bagus tapi rasio skewness  kedua  data  ada  diantara  angka  –2  dan  +2,  sehingga distribusi kedua data dianggap normal. 
·         Menentukan  uji  statistik.  Berdasarkan  kondisi  data,  syarat penggunaan uji parametrik dipenuhi maka peneliti dapat menggunakan uji beda T untuk dua  sampel yang tidak berhubungan. 

Mengolah data dengan Uji T untuk 2 sampel bebas: 
  • buka program SPSS dan file data yang akan diolah 
  • pada  menu statistics  klik compare-means lalu pilih Independence-sample T-test sehingga muncul kotak dialog sbb

Gambar  Kotak Dialog Independence-Sample T-Test
·         klik  variabel  pertama  (nilai)  yang  akan  diuji  lalu  klik  tanda  panah sehingga variabel terpilih masuk ke dalam kolom variabel test(s).
·         klik variabel kelompok (jenis metode) lalu klik tanda panah sehingga variabel tersebut masuk ke dalam kolom variabel group(s).
·         Klik define groups hingga tampak tampilan berikut ini.

Gambar  Kotak Dialog Define Group
1.       untuk group 1, ketik 1 yang berarti kelompok 1 berisi tanda 1 yaitu kode untuk metode tradisional
2.       untuk group 2, ketik 2 yang berarti kelompok 2 berisi tanda 2 yaitu kode untuk metode baru
3.       Klik continue untuk melanjutkan ke pilihan lain 
4.       Klik options hingga layar menampilkan kotak dialog sebagai berikut :

Gambar Kotak Dialog Options 
1.       Confidence  interval.  SPSS  menggunakan  tingkat  kepercayaan 95%  sebagai  default.  Biarkan  angka  itu kecuali  jika  anda  ingin menggantinya  dengan  tingkat  kepercayaan  yang  lebih tinggi  yaitu 99%.
2.       Missing  values.  Abaikan  pilihan exclude  cases  pairwise, kecuali data anda tidak lengkap
3.       klik continue jika pengisian pilihan options selesai
4.       klik Ok untuk kembali ke menu semula
Keluaran SPSS 
     t-tests for independent samples of  JN.MET
                                 Number
           Variable         of Cases    Mean        SD       SE of Mean
        ---------------------------------------------------------------
           NILAI
          mt. trad            30      73.3000     10.452       1.908
          mt.baru            30      78.5333      8.893        1.624
        ---------------------------------------------------------------
          Mean Difference = -5.2333
          Levene's Test for Equality of Variances: F= 1.673  P= .201
       t-test for Equality of Means                                                  95%
  Variances   t-value   df        2-Tail Sig    SE of Diff      CI for Diff
 ---------------------------------------------------------------------------------------
  Equal            -2.09     58          .041         2.506              (-10.250, -.217)
  Unequal        -2.09     56.55     .041         2.506              (-10.252, -.215)
 ---------------------------------------------------------------------------------------
Analisis
1.  Keluaran  statistics.  Dari  keluaran  SPSS  tampak  rata-rata pemahaman  peserta  penataran  menggunakan  metode  tradisional  adalah  73,3000.  Sedangkan  kelas  yang  ditatar  dengan  metode  baru  memiliki  nilai  rata-rata  sebesar  78,5333.  Keluaran  SPSS memperlihatkan beda rata-rata kedua nilai tersebut yatu 5,2333.
2.  Menguji  kesamaan  varians (Homogenitas). Lakukan  uji  hipotesis  homogenitas varians  sebagai berikut:
Hipotesis:
Ho:  kedua  varians  populasi  adalah  identik  (varians  populasi  nilai penataran menggunakan metode tradisional dan baru sama)
H1: kedua varians populasi adalah tidak identik (varians populasi nilai penatarn menggunakan metode tradisional dan baru tidak sama)
 Dasar pengambilan Keputusan
a. Berdasarkan probabilitas (tk signifikansi: 5%)
·         Jika probabilitas > 0,05,  maka Ho Diterima
·         Jika probabilitas < 0,05,  maka Ho  ditolak
 Keputusan: karena nilai dari Levene’s test yaitu 0,201 > 0,05 maka Ho Diterima. Jadi kedua varians populasi identik. Konsekuensinya saat  uji T   nilai signifikansi  yang dipakai  adalah dari varians yang identik (equal)
3. Signifikansi  hasil  perlakuan.  Uji  hipotesis  ini  dilakukan  untuk mengetahui signifikansi perbedaan yang terjadi.
Hipotesis
Ho:  Rata-rata  pemahaman  peserta  dalam  materi  tertentu  setelah ditatar  menggunakan  metode  tradisional  dan  metode  baru  tidak berbeda 
H1:  Rata-rata  pemahaman  peserta  dalam  materi  tertentu  setelah ditatar  menggunakan  metode  tradisional  dan  metode  baru berbeda 
Yang  akan  dicari  ada  tidaknya  perbedaan  hasil  perlakuan,  jadi pengujian hipotesis menggunakan uji dua sisi. 
Dasar pengambilan Keputusan
a. Berdasarkan probabilitas (tk signifikansi: 5%)
·         Jika probabilitas > 0,05,  maka Ho  Diterima
·         Jika probabilitas < 0,05,  maka Ho  ditolak
 Keputusan.  Dari  keluaran  SPSS  diperoleh  nilai  probabilitas  0,041 (kebetulan  nilainya  sama  untuk  varians  identik  dan berbeda).  Oleh karena lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak. Kesimpulannya, metode menatar  baru  menyebabkan  perbedaan  pemahaman  dalam materi terpilih secara signifikan.

b. Uji T Berpasangan 
Tujuannya  untuk  mengetahui  perbedaan  akibat  perlakuan  pada sampel. Syaratnya mengggunakan dua sampel yang saling berhubungan. Kondisi data berdistribusi normal 
Contoh Data Perbedaan data hasil pretes dan postes
Selanjutnya data diinput dalam program SPSS disesuaikan dengan bentuk data yang harus dimasukkan  ke  lembar  kerja  SPSS,  kecuali  penomoran responden  harus terus  ke  bawah. 
Menentukan uji statistik 
·         Jenis  permasalahan.  Yang  ingin  dipecahkan  dalam  kasus  di  atas adalah  perbedaan  akibat  perlakuan  yang  diberikan  kepada  subjek penelitian.  Ini  berarti  masuk  ke  dalam  uji  komparasi  atau  uji  beda. Dilihat  dari  banyaknya  sampel  yang  digunakan  termasuk  ke  dalam  uji beda  dua  sampel  yaitu  kelompok  sebelum  perlakuan  dan  kelompok sesudah  perlakuan.  Kedua  sampel  jelas  saling  berhubungan  atau mempengaruhi  karena  hasil  kelompok  sebelum  perlakuanmempengaruhi  hasil  kelompok  setelah  perlakuan.  Dengan  kata  lain kelompok  yang  sama  mempengaruhi  hasil  tes  awal  dan ahir.  Jadi  uji yang digunakan adalah uji beda dua sampel yang saling berhubungan.
·         Kondisi  data.  Untuk  menentukan  mana  yang  digunakan  diantara  uji parametrik dan non parametrik, kondisi  data harus  diperiksa. Caranya seperti diterangkan pada bagian uji korelasi Pearson. 
1.       Langkah  pertama,  periksa  jenis  data.  Jenis  data  variabel  mata pelajaran IPA adalah interval karena siswa yang mempunyai nilai 40 tidak  berarti  mempunyai  kepandaian  setengah  kali  siswa  yang nilainya 80. Jenis data yang diukur sebelum dan sesudah perlakuan sama.
2.       Langkah  kedua,  menguji  normalitas  distribusi  data  sampel  dengan menghitung  rasio skewness  yang  ternyata  bernilai  1.66  (data sebelum  perlakuan)  dan  1,46  (data  sesudah  perlakuan).  Walaupun histogram kedua data  tidak terlalu bagus tapi rasio skewness kedua data  ada  diantara  angka  –2  dan  +2,  sehingga  distribusi  kedua  data bisa dianggap normal. 
·         Mengolah data dengan Uji T untuk dua sampel berpasangan:
1.       buka program SPSS dan file data yang akan diolah (file tpsgan.sav)
2.       pada menu statistics klik compare-means lalu pilih paired-sample T test sehingga muncul kotak dialog.
·         klik variabel pertama yang akan diuji sehingga masuk ke dalam kolom current selection;
·         lakukan  hal  yang  sama  untuk  variabel  kedua  lalu  klik  tanda  panah sehingga kedua variabel masuk ke dalam kolom paired-variabel;
·         klik option lalu klik two-tailed pada kolom test of significance;
·         klik  display  actual  significance  level  atau  flag  significance correlations  tergantung  jenis  program.  Submenu  ini  memberikan pilihan  untuk  menampilkan  tingkat  signifikansi  yang  biasanya ditentukan 5 % (*) atau 1%  (**);
·         Klik options hingga layar menampilkan kotak dialog Options.
Confidence interval. SPSS menggunakan tingkat kepercayaan 95% sebagai  default.  Biarkan  angka  itu  kecuali  jika  anda  ingin menggantinya dengan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi (99%);
Abaikan  pilihan exclude  cases  pairwise, kecuali  data  anda  tidak lengkap;
klik  continue  untuk  kembali  ke  menu  semula  lalu  klik ok  jika pengisian selesai.

Keluaran SPSS 
               - - - t-tests for paired samples - - -
                               Number of        2-tail
  Variable                 pairs        Corr    Sig      Mean             SD       SE of Mean
 -------------------------------------------------------------------------------------------
  SEBELUM                                                     57.3000        9.879          1.562
  nilai sblm blj dg met A
                                40            .890         .000
  SESUDAH                                                    67.3250         14.041         2.220
  nilai sdh belj dg met A
 ------------------------------------------------------------------------------------------
          Paired Differences                  |
  Mean          SD        SE of Mean     |      t-value       df    2-tail Sig
 -------------------------------------------------------------------------------------------------
-10.0250         6.919    1.094          |        -9.16       39        .000
 95% CI (-12.238, -7.812)               |

Analisis
1  Keluaran  statistics.  Dari  keluaran  SPSS  tampak  rata-rata pemahaman  siswa  mengenai  IPA  sebelum  mendapat  perlakuanadalah  57,3000.  Setelah  mendapat  perlakuan  dengan  menggunakan metode baru rata-rata nilai IPA menjadi 67,3250. Korelasi antara kedua variabel  ditunjukkan  angka  yang  tinggi  (0,890)  dengan  propabilitas jauh  di  bawah  0,05  (signifikansi  0,000).  Ini  menunjukkan  korelasi  nilai sebelum dan sesudah mendapat perlakuan sangat kuat. 
2  Signifikansi  hasil  perlakuan.  Pengujian  hipotesis  dilakukan  untuk mengetahui signifikansi perbedaan yang terjadi.
      Hipotesis
Ho:  Nilai  mata  pelajaran  IPA  sebelum  dan  sesudah  mendapat perlakuan belajar dengan metode baru tidak berbeda nyata.
H1:  Nilai  mata  pelajaran  IPA  sebelum  dan  sesudah  mendapat perlakuan belajar dengan metode baru berbeda nyata. 

Yang  akan  dicari  ada  tidaknya  perbedaan  hasil  perlakuan,  jadi menggunakan uji dua sisi.               Dasar pengambilan Keputusan Berdasarkan probabilitas (tk signifikansi: 5%)
1.       Jika probabilitas > 0,05,  maka Ho DITERIMA
2.       Jika probabilitas < 0,05,  maka Ho ditolak

Keputusan.  Dari  keluaran  SPSS  diperoleh  nilai  probabilitas  0,000. Oleh  karena  lebih  kecil  dari  0,05  maka  Ho   ditolak.  Kesimpulannya, perbedaan  nilai  IPA  sebelum  dan  sesudah  mendapat  pelajaran dengan  metode  baru  sangat  signifikan  bahkan  untuk  tingkat kepercayaan  1%  karena  nilai  probabilitasnya  tetap  lebih  kecil  dari 0,01.

Baca Selengkapnya ....

Cek Data Guru / PTK

Cek SK Pencairan Tunjangan

HALAMAN UTAMA ( BERANDA )

CARA CEPAT MENCARI ARTIKEL DIBLOG INI

1) Klik Banner ARSIP BLOG, Selanjutnya Klik Tahun atau Bulan. Di Situ Anda Akan Menemukan Judul Artikel, Selanjutnya Anda Tinggal Mengklik Judul Artikel Yang Akan Dikunjungi. 2) Klik PAGE 1,2,3 dst yang Ada di bagian bawah Posting, Kemudian klik Judul Artikel yang Akan dikunjungi. Trims

Statistik Tayang

Cek Pangkat / Golongan

Cek NUPTK

Cek NRG

Jadwal Shalat Untuk Pandeglang dan Sekitarnya

Renungan

Info Publik

Belajar SEO dan Blog | Copyright of PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN.