PENGERTIAN SIKAP, UNSUR DAN CARA MENGUKUR SIKAP

Posted by PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN on Sunday, March 15, 2015



Pengertian Sikap
Sikap merupakan persoalan krusial dalam pendidikan. Setinggi apapun pengetahuan dan keterampilan yang dihasilkan dari proses pembelajaran, tidak akan bermakna ketika orang tersebut tidak kecendrungan perilaku yang baik. Terlebih di mata masyarakat, keberhasilan pendidikan pada umumnya diukur dari Sikap seseorang.  

Sebagai referensi pengetahuan khusus bagi guru-guru PKn atau PPKn pada kesempatan ini saya mencoba membahas kembali tentang pengertian Sikap, unsur-unsur Sikap dan cara mengukur Sikap. Tulisan ini terbagi dalam tiga bagian yakni bagian pertama membahas pengertian Sikap, bagian kedua membahas unsur-unsur Sikap, dan bagian ketiga membahas cara mengukur Sikap Mari kita awali dengan pembahasan tentang pengertian Sikap.



Sikap merupakan salah istilah yang sering digunakan dalam mengkaji atau membahas tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Sikap yang ada pada seseorang akan membawa warna dan corak pada tindakan, baik menerima maupun menolak dalam menanggapi sesuatu hal yang ada diluar dirinya. Melalui pengetahuan tentang Sikap akan dapat menduga tindakan yang akan diambil seseorang terhadap sesuatu yang dihadapinya. Meneliti Sikap akan membantu  untuk mengerti tingkah laku seseorang.
Menurut   Ahmadi (2007:151),   Sikap   adalah   kesiapan merespon yang bersifat positif atau negatif terhadap objek atau situasi secara konsisten. Pendapat ini memberikan gambaran bahwa Sikap merupakan reaksi mengenai objek atau situasi yang relatif stagnan yang disertai  dengan adanya  perasaan tertentu dan  memberi dasar   pada   orang   tersebut untuk   membuat   respon atau perilaku dengan cara tertentu yang dipilihnya. Sedangkan menurut Secord dan Backman dalam Azwar (2005:5) bahwa  Sikap adalah keteraturan tertentu dalam hal perasaan (afeksi), pemikiran  (kognisi) dan   predisposisi  tindakan  (konasi) seseorang terhadap  satu aspek dilingkungan sekitarnya.
Sikap (attitude) menurut Purwanto (2000:141) merupakan suatu cara bereaksi terhadap suatu perangsang. Suatu kecenderungan untuk bereaksi dengan cara tertentu terhadap suatu perangsang atau situasi yang  dihadapinya. Dalam hal ini, Sikap merupakan penentuan penting dalam tingkah laku manusia untuk bereaksi. Oleh karena itu, orang yang memiliki Sikap positif terhadap suatu objek atau situasi tertentu ia akan memperlihatkan kesukaaan atau kesenangan (like), sebaliknya orang yang memiliki Sikap negatif ia akan memperlihatkan ketidaksukaan atau ketidaksenangan (dislike). 
Sementara itu menurut D. Krech dan RS. Crutchfield yang dikutip oleh Ahmadi (2007:159) Sikap adalah organisasi yang tetap dari proses motivasi, persepsi atau pengamatan atas suatu aspek dari kehidupan individu. Pendapat ini mempertegas hubungan antara Sikap dengan motivasi maupun persepsi. Hubungan ini dapat berlangsung dua arah atau saling mempengaruhi. Sikap dapat dipengaruhi oleh motivasi dan persepsi seseorang terhadap suatu objek atau keadaan tertentu atau sebaliknya motivasi dan persepsi seseorang dipengaruhi oleh Sikap seseorang terhadap suatu objek atau keadaan tertentu.
Berpijak dari beberapa pendapat tentang definisi Sikap, maka dapat disimpulkan bahwa Sikap adalah suatu kecenderungan  atau   kesediaan seseorang baik berupa perasaan, pikiran dan tingkah laku untuk bertindak dengan cara tertentu terhadap suatu objek atau situasi tertentu.            
Jadi yang dimaksud Sikap siswa terhadap pembelajaran PKn  di sini adalah keadaan dalam diri siswa baik berupa perasaan, pikiran dan tingkah laku untuk  bertindak  atau memberikan reaksi terhadap pembelajaran PKn. Keadaan tersebut terbentuk atas dasar pengetahuan, perasaaan dan pengalaman yang dimilikinya.
Seseorang dalam berinteraksi atau bertingkah laku, ada mekanisme mental yang mengevaluasi, membentuk pandangan, mewarnai perasaan dan akan ikut menentukan kecenderungan perilakunya. Pandangan dan perasaan itu dipengaruhi oleh ingatan tentang masa lalu, oleh apa yang diketahui dan kesan terhadap apa yang sedang dihadapi saat ini.      
Dalam  teori  fungsional  yang  dikembangkan  oleh  Katz (Azwar, 2005:53-55) dinyatakan bahwa untuk memahami bagaimana Sikap seseorang menerima dan menolak perubahan haruslah berangkat dari dasar motivasional Sikap itu sendiri. Apa yang dimaksudkan oleh Katz sebagai dasar   motivasional  merupakan fungsi Sikap bagi individu yang bersangkutan. 
Sikap terbentuk atas dasar pengalaman dalam hubungannya dengan objek di luar dirinya. Sikap seseorang akan bertambah kuat atau sebaliknya tergantung pada pengalaman-pengalaman masa lalu, oleh situasi saat sekarang dan oleh  harapan-harapan di masa yang akan datang. Pada dasarnya Sikap itu merupakan faktor pendorong bagi seseorang untuk melakukan kegiatan.  
Untuk dapat memahami Sikap perlu diketahui ciri-ciri yang melekat pada Sikap. Menurut Gerungan (1991:151-152) ciri-ciri  Sikap atau attitude  adalah:  
1)        Attitude   bukan dibawa orang  sejak ia dilahirkan,  melainkan  dibentuk atau  dipelajarinya sepanjang perkembangan orang itu  dalam hubungan dengan objeknya.
2)        Attitude itu dapat berubah-ubah, karena itu attitude dapat dipelajari  orang; atau sebaliknya, attitude-attitude itu dapat dipelajari, karena attitude-attitude itu dapat dapat berubah pada orang-orang bila terdapat keadaan-keadaan dan syarat-syarat tertentu yang mempermudah berubahnya attitude pada orang itu.
3)        Attitude itu tidak berdiri sendiri, tetapi senantiasa mengandung relasi tertentu terhadap suatu objek. 
4)        Objek attitude itu dapat merupakan satu hal tertentu, tetapi dapat juga  merupakan kumpulan dari hal-hal tersebut. Jadi attitude itu dapat berkenaan dengan satu objek saja, tetapi juga berkenaan dengan sederetan objek-objek yang serupa.
5)        Attitude mempunyai segi-segi motivasi dan segi-segi perasaan.
Menurut Shalahuddin (1990:99) ada beberapa faktor yang mempengaruhi Sikap yaitu:  
1)        Sikap sebagai hasil belajar, yaitu Sikap yang diperoleh melalui pengalaman yang mempunyai unsur-unsur emosional.
2)        Sikap mempunyai dua unsur yang bersifat  perseptual dan  afektif. Artinya bahwa Sikap itu bukan saja yang diamati oleh seorang siswa melainkan juga bagaimana ia mengamatinya.
3)        Sikap mempengaruhi pengajaran lainnya, yang berarti bahwa apabila seorang siswa mempunyai Sikap positif terhadap gurunya maka anak tersebut akan senang pada pelajaran yang diberikan oleh guru yang berangkutan. Situasi ini akan memberi jalan kepada anak ke arah pengalaman belajar yang sukses dan akan menyebabkan ia belajar lebih efektif dan menimbulkan sukses yang besar.
Sebagai lanjutan pembahasan tulisan saya terkait Pengertian Sikap, Unsur-unsur dan Fungsi  Sikap serta cara Mengukur Sikap. Berikut ini uraian tentang Unsur-unsur dan Fungsi Sikap .

Unsur-Unsur Sikap
Travers (1977), Gagne (1977), dan Cronbach (1977) yang dikutip Ahmadi (2007:151-152) mengungkapkan ada tiga unsur yang terdapat dalam Sikap, yaitu:
a)   Komponen cognitive, berupa pengetahuan, kepercayaan atau pikiran yang didasarkan pada informasi  yang berhubungan dengan objek.
b)   Komponen affective, menunjuk pada dimensi emosional dari Sikap, yaitu emosi yang berhubungan dengan objek. Objek di sini dirasakan sebagai menyenangkan atau tidak menyenangkan.
c)   Komponen  behavior atau conative, melibatkan salah satu predisposisi (keadaan mudah terpengaruh) untuk bertindak terhadap objek.
Berdasarkan pendapat tersebut, Sikap seseorang akan menjadi kuat disebabkan suatu kepercayaan atau kesadaran yang tinggi tentang sesuatu melalui proses psikologis antara ketiga unsur tersebut.
Adapun fungsi Sikap menurut Ahmadi (2007:165-167) adalah sebagai berikut: 
1)   Sikap berfungsi sebagai alat untuk menyesuaikan diri.
2)     Sikap berfungsi sebagai alat pengatur tingkah laku.
3)   Sikap berfungsi sebagai alat pengatur pengalaman-pengalaman
4)   Sikap berfungsi sebagai pernyataan kepribadian.
Katz (Azwar, 2005:53-55) menerangkan ada empat macam fungsi Sikap bagi manusia, yaitu:  
a)   Fungsi instrumenal, fungsi penyesuaian atau fungsi manfaat  
Fungsi ini menyatakan bahwa individu dengan Sikapnya  berusaha  untuk   memaksimalkan hal-hal yang diinginkan dan meminimalkan hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan demikian, individu akan membentuk Sikap positif terhadap hal-hal yang dirasakannya akan mendatangkan keuntungan  dan membentuk Sikap negatif  terhadap hal-hal yang menurut perasaannya akan merugikan dirinya. 
b)   Fungsi pertahanan ego               
Sikap dalam hal ini, merefleksikan problem kepribadian yang tidak terselesaikan.
c)   Fungsi pernyataan nilai               
Nilai adalah konsep dasar mengenai apa yang dipandang baik dan diinginkan.  Dengan fungsi ini seseorang sering kali mengembangkan Sikap tertentu untuk  memperoleh kepuasan dalam menyatakan nilai yang dianutnya yang sesuai dengan penilaian pribadi dan konsep dirinya.
d)   Fungsi pengetahuan    
Menurut fungsi ini manusia mempunyai dorongan dasar untuk ingin tahu, untuk mencari penalaran dan untuk mengorganisasikan pengalamannya. Sikap berfungsi sebagai suatu skema, yaitu suatu cara strukturisasi agar dunia di sekitar tampak logis dan masuk akal. Sikap digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap fenomena luar yang ada dan mengorganisasikannya. 


Cara Mengukur Sikap
Salah satu aspek yang sangat penting  guna mempelajari Sikap dan perilaku manusia adalah masalah pengungkapan (assessment) atau pengukuran (measurement) Sikap. Berbagai teknik dan metode  telah dikembangkan oleh para ahli guna mengungkap Sikap manusia dan memberikan interprestasi yang valid.  Menurut Azwar (2005:87-104) terdapat beberapa metode pengungkapan (mengukur) Sikap, diantaranya:  
1)     Observasi perilaku
Untuk mengetahui Sikap seseorang terhadap sesuatu dapat diperhatikan melalui perilakunya, sebab perilaku merupakan salah satu indikator  Sikap individu.
2)     Pertanyaan langsung
Ada dua asumsi yang mendasari penggunaan metode pertanyaan langsung guna mengungkapkan Sikap. Pertama, asumsi bahwa individu merupakan orang yang paling tahu mengenai dirinya sendiri. Kedua, asumsi keterusterangan bahwa manusia akan mengemukakan secara terbuka apa yang dirasakannya. Oleh karena itu dalam metode ini, jawaban yang diberikan oleh mereka yang ditanyai dijadikan indikator Sikap mereka. Akan tetapi, metode ini akan menghasilkan ukuran yang valid hanya apabila situasi dan kondisinya memungkinkan kabebasan berpendapat tanpa tekanan psikologis maupun fisik.
3)     Pengungkapan langsung 
Pengungkapan langsung (directh assessment) secara tertulis dapat dilakukan dengan menggunakan item tunggal maupun dengan menggunakan item ganda.
4)     Skala Sikap                         
Skala Sikap (attitude scales) berupa kumpulan pernyataan-pernyataan mengenai suatu objek Sikap. Salah satu sifat skala Sikap adalah isi pernyataannya yang dapat berupa pernyataan langsung yang jelas tujuan pengukurannya akan tetapi dapat pula berupa pernyataan tidak langsung yang tampak kurang jelas tujuan pengukurannya bagi responden.
5)     Pengukuran terselubung   
Dalam metode pengukuran terselubung (covert measures), objek pengamatan bukan lagi perilaku yang tampak didasari atau sengaja dilakukan  oleh seseorang melainkan reaksi-reaksi fisiologis yang terjadi di luar kendali orang yang bersangkutan.

Mau baca artikel atau tulisn sebelumnya terkait PENGERTIAN SIKAP  klik next


Mau baca artikel atau tulisn sebelumnya terkait UNSUR-UNSUR DAN FUNGSI SIKAP klik next

DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu. 2007. Psikologi Sosial. Jakarta; Rineka Cipta.
Asrori, Mohammad. 2009. Psikologi Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima
Azwar,  Saifuddin. 2005.  Sikap  Manusia   Teori   dan  Pengukurannya.   Yogyakarta:    Pustaka  Pelajar.
______. 2006. Reliabilitas dan Validitas. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Gerungan, W.A. 1991. Psikologi Sosial. Bandung: PT Eresco.
Purwanto, Ngalim. 2000. Psikologi   Pendidikan. Bandung:   Remaja   Rosdakarya. 
Shalahudin, Makhfudh. 1990. Pengantar Psikologi Pendidikan. Surabaya: Bina Ilmu.
Slameto. (2010).  Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta :  Rineka Cipta











= Baca Juga =



Blog, Updated at: 11:21:00 AM

2 komentar:

  1. Saya ucapkan terima kasih, karena sangat terbantu dengan tulisan yang Bapak bagikan. Tulisan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan profesionalisme guru serta dapat pula dijadikan referensi dalam penulisan karya ilmiah guru, terutama dalam penulisan Penelitian Tindakan Kelas. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih, mudah-mudahan artikel tentang pembelajaran ini menjadi sarana amal kebajikan.

    ReplyDelete
  2. Artikelnya sangat menarik dan bermanfaat. Terima Kasih

    ReplyDelete

---------------------------------

---------------------------------


Tanggal dan Waktu Saat Ini (Online)

---------------------------------

Statistik Pengunjung

---------------------------------

---------------------------------

Followers

----------------------------------

---------------------------------

CB