![]() |
Aspek yang diukur dalam Asesmen Bakat terdiri atas kemampuan verbal, kuantitatif, penalaran, spasial, mekanik, klerikal, dan penggunaan bahasa serta dilengkapi dengan Asesmen Minat.
Berbeda dari tes prestasi
yang mengukur pengetahuan akademik, ABM disusun tidak berdasar silabus mata
pelajaran tertentu sehingga dalam menjawab soal lebih tergantung pada daya
nalar. Prosedur pengembangan butir soal ABM sudah terstandar sehingga
menghasilkan soal-soal yang valid dan terkalibrasi. Melalui soal yang terkalibrasi
tersebut, hasil asesmen dari beberapa subtes, waktu, dan paket yang berbeda akan
dapat dibandingkan. Asesmen bakat dirancang untuk memprediksi keberhasilan siswa
pada jurusan yang dikehendaki. Akurasi prediksi keberhasilan siswa pada jenjang/kelas
yang lebih tinggi dapat terlihat berdasarkan hasil asesmen. Asesmen minat dirancang
untuk mengetahui ketertarikan siswa pada bidang-bidang tertentu. Penggunaan tes
prestasi, asesmen bakat, dan asesmen minat secara bersama akan memberikan gambaran
kemampuan siswa secara lebih lengkap.
Salah satu langkah yang
dilakukan Pusmendik dalam membantu sekolah untuk mengetahui gambaran bakat dan
minat siswa adalah melalui pelayanan ABM. Pelayanan ABM diselenggarakan untuk
sekolah-sekolah jenjang SMP di seluruh Kota dan Kabupaten melalui asesmen
berbasis komputer (Computerized Based Test - CBT) secara daring.
Petunjuk: Klik pada bulatan di depan pilihan jawaban yang menurut anda benar..!!
32. Anggota yang memiliki anak lebih dari tiga orang menerima piagam dan hadiah. Dedo menerima piagam organisasi, tetapi tidak menerima hadiah….
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Maaf, Komentar yang disertai Link Aktif akan terhapus oleh sistem